Page 10 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JANUARI 2020
P. 10

Title          OMNIBUS LAW, MAHFUD MD: PERIZINAN NORMATIF HARUS DIPERSINGKAT
                Media Name     tempo.co
                Pub. Date      23 Januari 2020
                               https://bisnis.tempo.co/read/1298517/omnibus-law-mahfud-md-perizinan-n ormatif-
                Page/URL
                               harus-dipersingkat
                Media Type     Pers Online
                Sentiment      Positive










               Pemerintah memastikan penentuan izin kegiatan usaha yang didasari risiko (risk
               based approach) dalam regulasi sapu jagat alias Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
               selalu disertai pengawasan ketat. Skema itu tercantum dalam kluster
               penyederhanaan perizinan berusaha itu mengganti skema usaha yang sebelum
               mutlak berbasis izin (license approach).

               Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan Hak Asasi
               Manusia, Benny Riyanto, mengatakan pemerintah masih akan merundingkan sektor
               yang masuk dalam usaha berisiko tinggi. "Akan ditetapkan dalam peraturan
               pelaksana. Sudah ada konsepnya tapi kan harus disepakati lintas kementerian,"
               ucap Benny di kompleks Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu 22 Januari 2020.

               Dalam Omnibus Law, pemerintah tetap menuntut perizinan dari kegiatan berisiko
               tinggi, khususnya yang berdampak pada kesehatan, keselamatan, lingkungan,
               termasuk usaha pengelolaan sumber daya alam. Risiko level menengah diwajibkan
               mengikuti standarisasi regulator, sementara risiko rendah hanya melalui
               pendaftaran.

               Sejauh ini, menurut Benny, baru sektor Usaha Mikro Menengah (UMK) yang
               karakternya masuk daftar risiko rendah. Klasifikasi sektor lainnya harus dibahas agar
               dapat dipertanggungjawabkan. "Nanti dituangkan dalam norma. Kementerian
               Tenaga Kerja juga pasti memberi input soal risiko itu," ucapnya.

               Rancangan Undang Undang Cipta Lapangan Kerja itu ditetapkan masuk Program
               Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020 oleh Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin. Ada
               pula dua Omnibus Law lain, yakni RUU tentang Perpajakan serta tentang Ibu Kota
               Negara, yang pembahasannya bakal diprioritaskan oleh Parlemen.

               Dikoordinir Kementerian Koordinator Perekonomian serta Kementerian Hukum dan
               HAM, Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja menyederhanakan 84 Undang Undang,
               berisi lebih dari 1.240 pasal ke dalam 11 kluster. Hingga 17 Januari lalu, kluster
               penyederhanaan perizinan tercatat meliputi 52 UU dengan 770 pasal.

               "Ini simplifikasi besar, jenis sanksinya pun banyak bergeser dari jenis pidana
               menjadi administrasi alias denda," kata Benny. "Ini mengurangi ketakutan



                                                        Page 9 of 62.
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15