Page 11 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JANUARI 2020
P. 11

berinvestasi."

               Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengatakan
               perizinan normatif harus dipersingkat agar tak menghalangi target pembangunan.
               Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), menurut dia, menjadi salah satu izin yang
               rumit diurus. "Ada investor menunggu Amdal sampai dua tahun, uangnya keburu
               habis saat Amdal keluar. Investasi jadi gagal," kata dia.

               Dia tak menampik bahwa pemangkasan proses, termasuk perihal Amdal, berpotensi
               mempengaruhi kualitas izin itu sendiri. "Bisa iya bisa tidak. Yang penting pemerintah
               memberi syarat dan jika nanti tak sesuai, ya tinggal tutup."

               Melalui keterangan tertulis, Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian,
               Susiwijono Moegiarso, mengatakan negara menargetkan pertumbuhan ekonomi
               hingga 6 persen per tahun agar dapat menampung dua juta pekerja baru.
               Diperlukan investasi jumbo sebesar Rp 4.800 triliun dari kas negara, swasta melalui
               investasi, maupun badan usaha pelat merah.

               "Perizinan rumit harus dibuat berbasis risiko, harus ada kepastian dan standar dalam
               proses dan biaya perizinan," katanya.

               Direktur Eksekutif Trend Asia, Yuyun Indradi, menolak jika izin krusial seperti Amdal
               nantinya digantikan oleh pendekatan berbasis risiko. Dia beralasan hal itu tak
               mengurangi tingkat kerusakan lingkungan. "Penilaian risiko juga rentan direkayasa
               dan dimanipulasi," ucapnya. "Investasi dianggap harus jalan dan mengabaikan
               kepentingan sosial lingkungan."

               Adapun Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Laode Ida, mengatakan sektor
               yang paling berdampak ke lingkungan, seperti tambang dan pengelolaan energi,
               hanya bisa dikawal dengan perizinan. "Jangan sampai melemah hanya karena
               risikonya dinilai tidak tinggi."

               CAESAR AKBAR | EKO WAHYUDI | YOHANES PASKALIS PAE DALE




























                                                       Page 10 of 62.
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16