Page 162 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 162
Hal ini, disampaikan langsung oleh menteri Ida saat melakukan Sosialisasi Pengawasan Norma
Kerja Perempuan dan Anak serta Upaya Pencegahan Virus Covid-19 di Tempat Kerja, Rabu 1
Juli di Kawasan PIK Pulogadung UPK-PPUKMP, Jakarta Timur.
Menurutnya, perlindungan bagi pekerja perempuan harus diutamakan karena ketahanannya
dalam menjaga diri tidak sebaik pekerja laki-laki. Perlindungan sebagaimana dimaksud bukan
hanya dari perusahaan, tetapi juga dari pihak berwajib.
"Itu masih banyak cerita perempuan sebagai korban pelecehan seksual dan perbuatan asusila
saat kerja malam hari. Perlindungan tidak hanya diberikan oleh perusahaan, tetapi juga aparat
keamanan. Upaya menciptakan lingkungan yang aman menjadi kebutuhan bagi pekerja
perempuan," kata Menaker RI.
Perusahaan juga diminta memastikan akses perlindungan kesehatan bagi pekerja perempuan
di tempat kerja, seperti hak cuti, istirahat haid, melahirkan, dan keguguran.
"Kasus-kasus seperti ini perusahaan harus memperhatikan kondisi fisiknya dengan memberikan
kesempatan kepada mereka untuk memulihkan kesehatannya," ucapnya.
Hal lain yang menjadi perhatiannya ialah pentingnya melindungi pekerja perempuan setelah
melahirkan dengan menyediakan ruang laktasi untuk menyusui.
Menaker RI Ida mengatakan, perlindungan kepada pekerja perempuan tidak boleh dijadikan
beban perusahaan, karena pekerja perempuan juga memiliki kelebihan dibanding laki-laki.
"Pengusaha jangan berpikir kalau mempekerjakan perempuan ada tanggung jawab ini itu. Setop
diskriminasi terhadap pekerja perempuan. Banyak sisi baik dari perempuan dalam bekerja, di
antaranya telaten, disiplin, dan cermat," kata Ida.
Dalam acara ini Menaker RI Ida Fauziah memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa
masker, hand sanitizer, dan vitamin kepada pengelola dan pekerja di PIK Pulogadung UPK-
PPUKMP Jakarta Timur. (*).
161

