Page 96 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 96

Menurut  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah  itu  merupakan  langkah  pertama  mitigasi
              dampak pandemi covid-19 sektor tenagakerjaan.

              "Stimulus ekonomi dimaksudkan agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha
              sehingga dapat menghindari adanya PHK terhadap para pekerjanya," kata Menaker Ida saat
              menjadi panelis dalam Pertemuan International Labour Organization (ILO) untuk Kawasan Asia
              dan  Pasifik  secara  virtual  di  kantor  Kementerian  Ketenagakerjaan,  Jakarta,  Kamis  (2/7)
              Kebijakan  kedua,  menyediakan  program  berupa  insentif  pajak  penghasilan,  relaksasi
              pembayaran pinjaman/kredit, dan dalam waktu dekat akan dikeluarkan kebijakan relaksasi iuran
              jaminan sosial ketenagakerjaan untuk meringankan sekitar 56 juta pekerja sektor formal.

              "Ketiga,  menyediakan  jaring  pengaman  sosial  bagi  pekerja  sektor  informal.  Pemerintah
              memberikan  bantuan  sosial  kepada  70,5  juta  pekerja  sektor  informal  yang  termasuk  dalam
              kategori miskin dan rentan," ujarnya.

              Keempat, memprioritaskan pemberian insentif pelatihan melalui program kartu pra-kerja bagi
              pekerja yang ter-PHK. Pemerintah telah memberikan insentif pelatihan dengan target tahun ini
              sebanyak 3,5-5,6 juta penerima manfaat dan hingga saat ini telah terealisasi lebih dari 680 ribu
              penerima manfaat didominasi oleh pekerja ter-PHK.

              "Mengingat pandemi, seluruh pelatihan dilakukan dengan metoda online. Dalam jangka waktu
              dekat akan diselenggarakan pelatihan keterampilan vokasi dengan metode blended (online dan
              offline) menyesuaikan kondisi penyebaran Covid-19 di suatu wilayah," kata Menaker Ida.

              Kebijakan  kelima  yakni  memperbanyak  program  perluasan  kesempatan  kerja  seperti  padat
              karya tunai, padat karya produktif, terapan Teknologi Tepat Guna (TTG), Tenaga Kerja Mandiri
              (TKM), dan kewirausahaan, yang dimaksudkan untuk penyerapan tenaga kerja.
              "Selanjutnya  perlindungan  terhadap  pekerja  migran  Indonesia,  baik  yang  sudah  kembali  ke
              Indonesia maupun yang masih berada di luar negeri," ujar Menaker Ida.

              Sedangkan langkah ketujuh, kata Menaker Ida, yakni menyediakan panduan/pedoman yang
              ditujukan bagi perusahaan dan pekerja. Utamanya menyangkut pelindungan pekerja/buruh dan
              kelangsungan  usaha,  serta  perlindungan  pekerja  pada  kasus  penyakit  akibat  kerja  karena
              COVID-19. Selain itu, pekerja yang terkena wabah COVID-19 wajib di-cover Jaminan Kecelakaan
              Kerja (JKK); pedoman penyusunan perencanaan keberlangsungan usaha dalam menghadapi
              COVID-19; dan kesiapsiagaan dalam menghadapi penyebaran Covid-19 di tempat kerja.

              Sesi II Asia Pacific Regional Event bertema "Mendukung perusahaan dan Melindungi Pekerja di
              Asia dan Pasifik" ini diikuti 180 partisipan dari berbagai negara anggota ILO. (OL-2).






















                                                           95
   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101