Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 91

FORUM ILO: MENAKER PAPARKAN KEBIJAKAN INDONESIA HADAPI DAMPAK
              PANDEMI COVID-19

              Jakarta  Pemerintah Indonesia telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi dampak pamdemi
              Covid-19  di  sektor  ketenagakerjaan  berupa  kebijakan  tanggap  (rapid  policy  responses).
              Kebijakan tersebut bertujuan membangun kembali kondisi positif dan fokus pada pasar tenaga
              kerja dan institusi pasar kerja.

              Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat menjadi panelis
              dalam  Pertemuan  International  Labour  Organization  (ILO)  untuk  Kawasan  Asia  dan  Pasifik
              secara virtual di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

              Adapun langkah pertama yakni mengalokasikan dana untuk penanganan Covid-19 sebesar USD
              46,6 miliar, termasuk stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha sejumlah USD 17,2 miliar.

              "Stimulus ekonomi dimaksudkan agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha
              sehingga dapat menghindari adanya PHK terhadap para pekerjanya," kata Menaker Ida.

              Kebijakan  kedua,  menyediakan  program  berupa  insentif  pajak  penghasilan,  relaksasi
              pembayaran pinjaman/kredit, dan dalam waktu dekat akan dikeluarkan kebijakan relaksasi iuran
              jaminan sosial ketenagakerjaan untuk meringankan sekitar 56 juta pekerja sektor formal.
              "Ketiga,  menyediakan  jaring  pengaman  sosial  bagi  pekerja  sektor  informal.  Pemerintah
              memberikan  bantuan  sosial  kepada  70,5  juta  pekerja  sektor  informal  yang  termasuk  dalam
              kategori miskin dan rentan," ujarnya.

              Keempat, memprioritaskan pemberian insentif pelatihan melalui program kartu pra-kerja bagi
              pekerja yang ter-PHK. Pemerintah telah memberikan insentif pelatihan dengan target tahun ini
              sebanyak 3,5-5,6 juta penerima manfaat dan hingga saat ini telah terealisasi lebih dari 680 ribu
              penerima manfaat didominasi oleh pekerja ter-PHK.
              "Mengingat pandemi, seluruh pelatihan dilakukan dengan metode  online  . Dalam jangka waktu
              dekat akan diselenggarakan pelatihan keterampilan vokasi dengan metode blended (online dan
              offline) menyesuaikan kondisi penyebaran Covid-19 di suatu wilayah," kata Menaker Ida.

              Kebijakan  kelima  yakni  memperbanyak  program  perluasan  kesempatan  kerja  seperti  padat
              karya tunai, padat karya produktif, terapan Teknologi Tepat Guna (TTG), Tenaga Kerja Mandiri
              (TKM), dan kewirausahaan, yang dimaksudkan untuk penyerapan tenaga kerja.

              "Selanjutnya  perlindungan  terhadap  pekerja  migran  Indonesia,  baik  yang  sudah  kembali  ke
              Indonesia maupun yang masih berada di luar negeri," ujar Menaker Ida.

              Sedangkan langkah ketujuh, kata Menaker Ida, yakni menyediakan panduan/pedoman yang
              ditujukan bagi perusahaan dan pekerja. Utamanya menyangkut pelindungan pekerja/buruh dan
              kelangsungan  usaha,  serta  perlindungan  pekerja  pada  kasus  penyakit  akibat  kerja  karena
              COVID-19.  Selain  itu,  pekerja  yang  terkena  wabah  COVID-19  wajib  di-  cover    Jaminan
              Kecelakaan  Kerja  (JKK),  pedoman  penyusunan  perencanaan  keberlangsungan  usaha  dalam
              menghadapi COVID-19, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi penyebaran Covid-19 di tempat
              kerja.
              Sesi II Asia Pacific Regional Event bertema "Mendukung perusahaan dan Melindungi Pekerja di
              Asia dan Pasifik" ini diikuti 180 partisipan dari berbagai negara anggota ILO.

              (*).



                                                           90
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96