Page 14 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 JULI 2019
P. 14

Ia meyakini dengan memindahkan karyawan kepada entitas anak maka beban
               operasional Krakatau Steel sebagai induk (holding) perusahaan bisa berkurang. Di
               sisi lain, Sumber Daya Manusia (SDM) yang dialihkan ke anak usaha bisa
               memaksimalkan kinerja anak usaha. Ia menyebut usaha ini sebagai cost to profit
               center .

               "Kalau saya keluarkan ( spin off ) ke anak dan cucu perusahaan otomatis karyawan
               Krakatau Steel akan berkurang. Ketika itu berkurang artinya Krakatau Steel sebagai
               holding akan ramping," paparnya.

               Menurutnya, efisiensi ini mendesak dilakukan. Alasannya, kompetisi di pasar baja
               makin ketat. Sebagai perusahaan baja pelat merah, Krakatau Steel tidak hanya
               bersaing dengan perusahaan domestik namun juga gempuran baja dari luar negeri.

               Tantangan terbesar, katanya, datang dari pesaing asing misalnya dari China,
               Jepang, dan Korea Selatan. Pasalnya industri negara tersebut mampu memproduksi
               baja jauh melebihi Indonesia.

               Berdasarkan catatannya, China menghasilkan 1 miliar ton baja per tahun, Korea
               Selatan sebesar 60 juta ton per tahun, dan Jepang sebesar 80 juta ton baja per
               tahun. Sedangkan Indonesia hanya sekitar 6-7 juta ton baja per tahun.

               "Jepang dan Korea sudah mengantisipasi dari 20 tahun lalu, mereka melakukan
               perampingan. Krakatau Steel itu terlambat," ujarnya.

               Selain perubahan dari sisi karyawan tetap, perseroan juga juga akan melakukan
               efisiensi kepada karyawan outsourcing alias pekerja kontrak. Ia mengaku
               perusahaan tidak akan memperpanjang kontrak dengan perusahaan penyedia jasa
               tenaga outsourcing .

               Namun, ia memastikan perusahaan membayar kewajiban sesuai dengan kontrak.

               "Kami tidak memperpanjang kontrak dengan perusahaan outsourcing ," paparnya.

               Kabar soal pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja dari sejumlah perusahaan
               di bawah naungan PT Krakatau Steel berhembus. Kabar salah satunya datang dari
               Federasi Serikat Baja Cirebon dan Serikat Buruh Krakatau Steel (SBKS).

               Dikutip dari Antara pada Selasa (2/7) lalu, para pekerja perusahaan menggelar aksi
               unjuk rasa untuk menentang rencana PHK dan restrukturisasi pekerja yang akan
               dilakukan PT Krakatau Steel.

               (ulf/lav).









                                                       Page 13 of 104.
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19