Page 108 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JUNI 2020
P. 108
Judul Memilukan! TKW Korban Pemerkosaan Melahirkan di Penjara
Nama Media fajar.co.id
Newstrend Kasus PMI Asal Bandung Barat
Halaman/URL https://fajar.co.id/2020/06/06/memilukan-tkw-korban-pemerkosaan-
melahirkan-di-penjara/
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-06-06 10:03:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korpo
Sentimen positive
Ringkasan
Nasib tragis dialami seorang tenaga kerja wanita (TKW) warga Kampung Lebak Gede, Desa
Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berinisial R (38).
MEMILUKAN! TKW KORBAN PEMERKOSAAN MELAHIRKAN DI PENJARA
BANDUNG- Nasib tragis dialami seorang tenaga kerja wanita (TKW) warga Kampung Lebak
Gede, Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berinisial R
(38). Bukannya mendapatkan kesejahteraan saat bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab, R malah
menjadi korban perkosaan hingga hamil, lalu melahirkan seorang bayi perempuan.
Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Kerja Luar Negeri Dinas Ketenagakerjaan dan
Transmigrasi (Disnakertrans) KBB Sutrisno membenarkan adanya kejadian memilukan tersebut.
"Betul kejadiannya demikian, kami dapat informasi ada TKW asal KBB yang jadi korban
pemerkosaan di Dubai sampai akhirnya melahirkan seorang anak," ungkap Sutrisno, Jumat (5/6)
seperti dilansir Jabar Ekspres.
Menurut Sutrisno, R berangkat ke Dubai secara ilegal dua tahun lalu untuk bekerja sebagai
asisten rumah tangga. Baru bekerja dua bulan, dia tidak betah lalu kabur dari rumah majikannya
dan tinggal di penampungan agen yang memberangkatkannya. Kemudian ia kembali bekerja
dan setiap hari diantar jemput oleh sopir warga negara Pakistan berinisial AL ke rumah
majikannya yang baru. Suatu hari sopir tersebut memberinya minuman hingga R tidak sadarkan
diri. Saat itulah R diperkosa oleh AL hingga hamil. Upaya untuk meminta pertanggungjawaban
kepada AL tidak digubris dan akhirnya R mengadukan hal tersebut pada agennya.
"Informasinya AL dideportasi ke negara asalnya. Sementara korban tetap harus bekerja. Lalu
suatu hari aparat hukum dapat kabar bahwa R telah hamil, tetapi tidak ada suaminya. Akhirnya
107

