Page 11 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JUNI 2020
P. 11

Rosan  tak  menyangkal  kegigihan  pemerintah  untuk  mengantisipasi  tekanan  perekonomian.
              Seperti menggelontorkan kebijakan stimulus fiskal, stimulus moneter, serta penguatan di sektor
              riil dan sektor keuangan. Ini semua dilihatnya bahwa pemerintah serius mengantisipasi keadaan.
              "Semakin lama (upaya pemerintah) semakin membaik," katanya.

              Meski  demikian,  Rosan  menekankan  kepada  seluruh  kementerian  agar  lebih  reaktif
              mengimplementasikan program stimulus tersebut. "Kami juga memandang harusnya angkanya
              jauh lebih besar dari yang sudah dikeluarkan pemerintah," cetusnya. Apabila masih lambat,
              tuturnya, saat Covid-19 semakin panjang dan tekanan ke perekonomian semakin besar, pilihan
              terakhir dunia usaha adalah merumahkan atau PIIK pekeija.

              Rosan juga mengulas kegalauan yang dialami UMKM. Menurutnya, UMKM menjadi sektor yang
              terkena dampak paling besar dan paling cepat pada 2020. Sehingga, ia meminta pemerintah
              mendorong  sektor  ini,  untuk  kokoh  berdiri di  tengah  gempuran  pandemi  Covid-19.  Apalagi,
              sektor ini menyerap tenaga kerja di Tanah Air hingga 96 persen.

              "Kalau dilihat angka sebelumnya, sebelum ada Covid-19, pengangguran terbuka sudah di 7 juta,
              ditambah 6 juta, dan ditambah 8 juta setengah menganggur, dan paruh waktu 24 juta. Sehingga
              angka sudah di angka lebih dari 55 juta yang pekerjaannya harus dibantu pemerintah," ujar
              Rosan.

              la  menambahkan,  kondisi  industri  sedang  morat-marit.  Banyak  perusahaan  yang  meminta
              restrukturisasi pada bank hingga Rp 1.500 triliun. "Yang minta restrukturisasi saja sekarang
              sudah di level 30 persen dari total portofolio. Jadi, sudah ada Rp 1.500 triliun yang sudah minta
              restruktur pada pihak perbankan," pungkasnya.

              Untungnya,  relaksasi  Pembatasan  Sosial  Bersekala  Besar  (PSBB)  di  sejumlah  daerah  mulai
              berlaku.  Sejatinya  langkah  ini  bisa  menenangkan  pelaku  usaha  dan  industri  bisa  kembali
              beroperasi di tengah pandemi. "Kita memang harus membiasakan diri untuk berdampingan, dan
              tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat dan kedisiplinan akan menjadi kunci segalanya
              untuk berdampingan dengan Covid-19," jelas dia.


              Dari  sisi  pemerintah,  Kementerian  Perindustrian  bertekad  terus  mengupayakan  pemulihan
              sektor industri yang terdampak pandemi. Salah satu langkah strategis yang sedang dijalankan
              adalah  melakukan  koordinasi  secara  intensif  dengan  berbagai  stakeholder,  termasuk  para
              pelaku usaha dan asosiasi industri.

              "Kami juga aktif berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya agar kebijakan
              untuk pemulihan sektor industri ini bisa tepat sasaran dan dapat diimplementasikan dengan
              baik. Upaya ini merupakan prioritas kami dalam menyiapkan industri menghadapi new normal,"
              kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangan tertulis, Jumat lalu.

              Sebagai  contoh,  di  industri  manufaktur.  Agus  menyebutkan  ada  sejumlah  perhatian  utama
              pemerintah  saat  ini  dalam  merumuskan  kebijakan  pemulilian  sektor  industri  padat  karya
              tersebut.  "Yang  menjadi  payung  besar  dari  kebijakan  tersebut  adalah  program  Pemulihan
              Ekonomi Nasional (PEN)," terangnya.





                                                           10
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16