Page 72 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JUNI 2020
P. 72

BPJS  Kesehatan  diatur  dalam  Peraturan  Presiden  Nomor  111  Tahun  2013  tentang  Jaminan
              Kesehatan.

              Iuran yang ditetapkan untuk asuransi kesehatan ini adalah sebesar 5 persen, dengan rincian 4
              persen dibayar perusahaan dan 1 persen ditanggung karyawan.

              Jika karyawan bergaji Rp 5 juta, maka untuk iuran BPJS Kesehatan nominal yang dipangkas
              adalah Rp 50.000.

              Iuran tersebut mencakup untuk 5 orang anggota keluarga, yakni karyawan (suami), istri, dan 3
              anak. Iuran akan ditambahkan 1 persen per orang jika ada penambahan anggota keluarga.

              Jaminan Hari Tua  Jaminan Hari Tua merupakan iuran yang diperuntukkan sebagai simpanan
              saat hari tua yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek.

              Besaran iuran JHT yang ditetapkan pemerintah yakni sebesar 5,7 persen. Sebesar 2 persen
              ditanggung  karyawan  dari  pemotongan  gaji,  sisanyan  sebesar  3,7  persen  dibayarkan
              perusahaan pemberi kerja.


              Artinya bila karyawan bergaji Rp 5 juta, maka iuran yang ditanggung pemberi kerja adalah Rp
              185.000 dan iuran yang ditanggung pekerja adalah Rp 100.000.

              Jaminan Pensiun  Sebagaimana JHT, Jaminan Pensiun juga dipungut dan dikelola oleh BPJS
              Ketenagakerjaan. Besaran iurannya ditetapkan sebesar 3 persen. Rinciannya 1 persen dipotong
              dari gaji karyawan dan sisanya ditanggung pemberi kerja sebesar 2 persen.

              Bila karyawan bergaji Rp 5 juta, maka iuran jaminan pensiun yang dibayar perusahaan adalah
              Rp 100.000 dan yang ditanggung karyawan Rp 50.000.

              Berdasarkan simulasi di atas, maka setiap bulan karyawan bergaji Rp 5 juta akan dipotong Rp
              325.000. Rinciannya:  Iuran Tapera  Rp 125.000  Iuran BPJS Kesehatan Rp 50.000  Iuran JHT
              Rp 100.000  Iuran Jaminan Pensiun Rp 50.000  Jumlah tersebut tentu belum termasuk PPh 21
              ataupun potongan lainnya semisal pinjaman koperasi yang dipunyai karyawan.

              Selain pemotongan gaji bulanan, ada pemotongan lain yang ditetapkan pemerintah yakni pajak
              PPh 21. Pajak ini dipotong dari gaji karyawan yang dihitung dari pendapatan selama 1 tahun.

              Berdasarkan aturan terbaru, Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) ditetapkan sebesar 54 juta
              setahun atau 4,5 juta sebulan. Namun bila karyawan bergaji Rp 5 juta, praktik dikenakan pajak
              PPh 21 karena penghasilan 1 tahun melebihi Rp 54 juta, yakni Rp 60 juta.

              Namun biasanya, iuran pajak ini telah otomatis dipotong perusahaan saat karyawan menerima
              gaji  bulanan.  Saat  pelaporan,  karyawan  hanya  perlu  membawa  bukti  potong  pajak  dari
              perusahaan.

              .














                                                           71
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77