Page 78 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JUNI 2020
P. 78
Judul Fakta Rekrutmen Kembali Karyawan yang Di-PHK, Bikin Untung
Pengusaha
Nama Media okezone.com
Newstrend Persiapan Menghadapi Situasi New Normal
Halaman/URL https://economy.okezone.com/read/2020/06/05/320/2225256/fakta-
rekrutmen-kembali-karyawan-yang-di-phk-bikin-untung-pengusaha
Jurnalis Taufik Fajar,
Tanggal 2020-06-07 06:11:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korpo
Sentimen positive
Ringkasan
Para pengusaha merekrut kembali pekerja atau buruh yang di-PHK dan dirumahkan akibat
pandemi Covid-19. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka penggangguran di saat
new normal nantinya.
Selain itu merekrut ulang para pekerja yang di-PHK bisa memperluas kesempatan kerja baru.
Mereka yang menganggur juga bisa bernapas lega karena ada solusi masalah ekonominya.
FAKTA REKRUTMEN KEMBALI KARYAWAN YANG DI-PHK, BIKIN UNTUNG
PENGUSAHA
Para pengusaha merekrut kembali pekerja atau buruh yang di-PHK dan dirumahkan akibat
pandemi Covid-19. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka penggangguran di saat
new normal nantinya.
Selain itu merekrut ulang para pekerja yang di-PHK bisa memperluas kesempatan kerja baru.
Mereka yang menganggur juga bisa bernapas lega karena ada solusi masalah ekonominya.
Oleh sebab itu, Jakarta, Minggu (7/6/2020), ini fakta-fakta mengenai perusahaan diminta tarik
kembali karyawan yang di-PHK: 1. Permintaan Menaker Menteri Ketenagakerjaan (Menaker)
Ida Fauziyah meminta para pengusaha merekrut kembali pekerja atau buruh yang di-PHK dan
dirumahkan akibat pandemi Covid-19. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka
penggangguran.
"Industri sangat terkait dengan hidup banyak orang, sehingga harus dijalankan sesuai protokol
kesehatan dan diawasi dengan ketat," ujar Ida.
2. Tarik Kembali Karyawan yang Di-PHK buat Perbaikan Ekonomi Merekrut ulang para pekerja
yang di-PHK bisa memperluas kesempatan kerja baru. Mereka yang menganggur juga bisa
bernapas lega karena ada solusi masalah ekonominya.
77

