Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JUNI 2020
P. 91
Judul Kisah Pekerja Ilegal Indonesia di Inggris Hadapi Pandemi
Nama Media republika.co.id
Newstrend PMI Ilegal di Inggris
Halaman/URL https://republika.co.id/berita/qbigml383/kisah-pekerja-ilegal-
indonesia-di-inggris-hadapi-pandemi
Jurnalis Nidia Zuraya
Tanggal 2020-06-07 02:05:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korpo
Sentimen positive
Ringkasan
Pandemi corona kian membuat banyak pekerja migran di seluruh dunia, baik di negara sedang
berkembang maupun negara yang sudah maju. Kondisi ini membuat hidup dalam situasi pelik
yang memprihatinkan, termasuk nasib pekerja migran Indonesia di Inggris.
KISAH PEKERJA ILEGAL INDONESIA DI INGGRIS HADAPI PANDEMI
Pandemi corona kian membuat banyak pekerja migran di seluruh dunia, baik di negara sedang
berkembang maupun negara yang sudah maju. Kondisi ini membuat hidup dalam situasi pelik
yang memprihatinkan, termasuk nasib pekerja migran Indonesia di Inggris.
Para pekerja pendatang asal Indonesia yang mengadu nasib di Inggris khususnya dalam situasi
tak menentu, dirundung berbagai masalah, apalagi mereka tidak memiliki izin tinggal dan kerja.
Mereka ibarat judul film Warkop 'maju kena mundur kena'. Mereka menemui kesulitan di negeri
yang jauh dari kampung halaman dan tentunya juga tidak bisa kembali ke Indonesia karena
kondisi keuangan yang tidak memungkinkan.
"Saat ini yang kami catat untuk pekerja ilegal kurang lebih 46 orang," ujar Siti Wahida, yang
menjadi pembina Indonesian Networking Development United Kingdom (INDUK) yang menjadi
wadah pekerja migran asal Indonesia yang ada di Inggris, kepada Antara London, Sabtu (6/6).
Dia mengatakan, akibat karantina wilayah di negeri Shakespeare yang masih berlangsung
hingga saat ini, yang dipicu pandemi corona, otomatis mereka kehilangan penghasilan.
"Bayangkan hidup tanpa penghasilan di negeri yang segalanya cukup mahal," tuturnya.
Sementara simpanan mereka juga sudah hampir habis untuk bertahan hidup dan membayar
sewa tempat tinggal. Bahkan mereka, tinggal berenam dalam satu kamar, ujar Ketua INDUK
Ani M Madyasin.
Dalam laman Facebook INDUK, Ani Madyasin menyebutkan saat ini ada beberapa saudara
sebangsa yang sedang mengalami masalah yang cukup pelik. Mereka tidak memiliki surat-surat
izin layaknya orang tinggal di negeri orang.
90

