Page 101 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 FEBRUARI 2020
P. 101
"Hambatan ini bisa diatasi dengan kerja sama sehingga bisa memastikan
perlindungan dari pekerja migran dari negera kita dan negara penempatan, "
katanya.
Aris menegaskan melalui SPSK ini, jika sebelumnya pekerja migran bekerja langsung
di majikan. Tapi dengan SPSK, sistem perjanjian/kontrak bagi pekerja migran bukan
lagi dengan user (pengguna/majikan), melainkan dengan pihak ketiga berbadan
hukum yang disebut Syarikah (perusahaan).
Dengan Syarikah ini, diharapkan akan meningkatkan perlindungan bagi PMI karena
kontak fisiknya tak lagi 24 jam dengan majikan. Ada penginapan, ada sistem pagi
datang, sore pulang.
"Tapi tergantung sifat pekerjaan, jika PMI harus nunggu 24 jam dan harus
menginap. Tapi harus ada akses informasi, ponsel, call center dan hotline, " ucap
Aris.
Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi berharap pemerintah
Indonesia secepatnya kembali membuka pengiriman PMI ke Arab Saudi. Apalagi
menjelang momentum bulan Ramadhan 1441 H pada akhir April 2020 nanti.
Dibandingkan tenaga kerja dari negara-negara lain, selain jumlah populasi yang
besar, PMI tetap menjadi favorit dan disukai oleh masyarakat di Arab Saudi.
"Kami sudah kerja sama dengan negara lain. Tapi PMI tetap tak tergantikan, karena
masyarakat Saudi sudah memiliki kecocokan dari segi kultur budaya maupun
sebagai sesama muslim," ucap Esam A Abid Althagafi.
Ia mengatakan Kerajaan Arab Saudi telah mempersiapkan diri secara serius
memberikan perlindungan kepada PMI. SPSK ini merupakan tindak lanjut dari
Technical arrangement concerning Pilot Project on One Channel System for Limited
Placement of Indonesian Migrant Workers in The Kingdom of Saudi Arabia antara RI
dan menaker pembangunan sosial Kerajaan Arab Saudi.
Sumber : Investor Daily
Page 99 of 127.

