Page 97 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 FEBRUARI 2020
P. 97

Title          PENELITI: OMNIBUS LAW JANGAN HILANGKAN HAK BURUH SELAMA INI
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      04 Februari 2020
                              https://www.republika.co.id/berita/daerah/jabodetabek-nasional/20/02/0 4/q56j5u284-
               Page/URL
                              peneliti-omnibus-law-jangan-hilangkan-hak-buruh-selama-ini
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               JAKARTA -- Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja diharapkan mampu menjamin
               perlindungan bagi pekerja atau buruh dengan tidak menghilangkan hak yang
               selama ini melekat pada pekerja atau buruh. Hal ini diungkapan peneliti pada Pusat
               Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Nawawi.

               "Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja ini nantinya diharapkan harus mampu
               menjamin kepastian hukum dan menjamin perlindungan bagi pekerja atau buruh
               dengan tidak menghilangkan hak yang selama ini melekat pada pekerja atau
               buruh," kata Nawawi dalam Seminar Indonesia Demographic Outlook 2020 di
               Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (4/2).

               Beberapa perdebatan yang muncul terkait Omnibus Law antara lain penerapan upah
               minimum per jam bagi yang bekerja di bawah jam kerja normal 35 jam per minggu
               dikhawatirkan berdampak terhadap penurunan tingkat pendapatan pekerja; dan
               reformulasi penghitungan pesangon dianggap akan menyebabkan berkurangnya
               nilai pesangon yang akan diterima oleh pekerja. Menurut Nawawi, proses
               pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
               di DPR RI harus mengedepankan asas keterbukaan sehingga dapat menjamin
               partisipasi dan kepercayaan publik dan efektivitas pelaksanaan Omnibus Law Cipta
               Lapangan Kerja.

               Di sisi lain, Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja merupakan sebuah terobosan dan
               menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tuntutan harmonisasi dan
               sinkronisasi berbagai perundang-undangan yang selama ini saling tumpang tindih,
               kontradiktif, menghambat kegiatan investasi serta seringkali menjadi sumber konflik
               industrial, khususnya UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Menurut
               Nawawi, pembenahan berbagai regulasi yang tercakup dalam 11 klaster
               pembahasan dalam Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja diharapkan dapat
               meningkatkan kegiatan investasi, ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta
               daya saing perekonomian Indonesia.

               Dia juga mengatakan upaya perlindungan tenaga kerja juga harus mampu
               mengakomodasi seluruh tenaga kerja di Indonesia. Hingga saat ini, baru 53 juta
               pekerja atau 42 persen dari 126 juta pekerja, terdaftar sebagai peserta Jaminan
               Sosial Nasional BPJS Ketenagakerjaan. Dari jumlah tersebut, 36 persen mencakup
               pekerja sektor formal, dan hanya 3,4 persen pada pekerja sektor informal.



                                                       Page 95 of 127.
   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102