Page 72 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 FEBRUARI 2020
P. 72
Title KEMNAKER PUTAR OTAK TEKAN BIAYA REMITANSI
Media Name bisnis.com
Pub. Date 04 Februari 2020
https://ekonomi.bisnis.com/read/20200204/12/1197308/kemnaker-putar-ota k-tekan-
Page/URL
biaya-remitansi
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah menuturkan saat ini kementeriannya sedang
membuat sistem agar para PMI tidak terbebani dengan biayaremitansi yang harus
ditanggung.
Dia mengakui jika selama ini para pekerja migran menanggung biaya yang cukup
besar ketika mengirimkan uang remitansi. Laporan Migrant Care mencatat bahwa
setiap PMI harus menanggung biaya remitansi sebesar 10% hingga 15% setiap
pengiriman.
"Memang di Kemnaker ini sedang membuat suatu sistem, pertama tentang
perlindungan PMI kita. Kedua remitansi itu kami berharap kita bisa mendorong
remitansi yang dikirimkan oleh pekerja migran kita bisa menjadi devisa negara,"
kata Ida di kantornya, Selasa (4/2/2020).
Dia mengatakan sedang mencari pola efektif agar PMI tidak terbebani. Menurutnya
sebagian besar PMI memang masih menggunakan jasa pihak ketiga seperti western
union atau moneygram .
Pasalnya perbankan nasional Indonesia belum bisa mengakomodir kebutuhan para
PMI. Apalagi, tidak semua perbankan nasional memiliki kantor perwakilan di luar
negeri.
Maka dari itu, salah satu rencana Kemenaker terkait masalah biaya remitansi ini
adalah menjalin kerja sama dengan perbankan di negara tempat PMI bekerja.
"Kita sedang membuat skema yang tidak terlalu memberikan beban pada PMI kita.
Tidak semua perbankan kita punya bank perwakilan di negara setempat. Kalau di
daerah yang tidak ada perwakilan, apakah bias kerja sama dengan perbankan di
sana dengan ketentuan yang sewajarnya, itu masih kami pikirkan," pungkasnya.
tenaga kerja indonesia, Kemenaker, Pekerja Migran Indonesia.
Page 70 of 127.

