Page 126 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 126

sebuah  apartemen  di  Bogor,  Jawa  Barat,  Jumat  (17/7/2020)  malam.  Dalam  penggerebekan
              terdapat 19 calon pekerja migran non prosedural yang dievakuasi untuk diamankan.

              "Hari Jumat,17 Juni 2020, BP2MI mendapatkan telepon dari masyarakat melalui layanan Crisis
              Center  terkait  adanya  dugaan  rencana  pengiriman  PMI  non  prosedural  ke  Thailand  yang
              dilakukan oleh PT Duta Buana Bahari yang beralamat di Semarang," jelas Benny, di Jakarta
              Sabtu (18/7/2020).

              Mendapat laporan dari masyarakat, Kepala BP2MI Benny Rhamdani langsung memimpin rapat
              persiapan  dan  melakukan  penggerebekan  ke  Apartemen  Bogor  Icon  Gedung  Alphine  Bukit
              Cimanggu, Bogor, Jawa Barat.

              Setelah dilakukan pengecekan di kamar nomor 18 lantai 12 apartemen, terdapat 2 calon PMI
              yang berada di kamar tersebut. Lalu, setelah dilakukan pendalaman, ditemukan lagi 17 CPMI
              yang terdapat di 3 kamar terpisah salah satu kamar dihuni oleh 3 CPMI perempuan sehingga
              total  CPMI  yang  ditampung  di  apartemen  tersebut  sebanyak  19  CPMI  yang  terdiri  dari  3
              perempuan dan 16 laki-laki.

              Benny Rhamdani mengatakan, belasan PMI non prosedural ini rencananya akan diberangkatkan
              ke Thailand oleh dua perusahaan yang berbeda. Namun, kedua perusahaan ini tidak terdaftar
              secara resmi.

              BP2MI  juga  telah  melakukan  pengecekan  status  PT  Duta  Buana  Bahari,  PT  tersebut  tidak
              terdaftar  memiliki  izin  SIP3MI  dari  Kementerian  Ketenagakerjaan  dari  total  318  Perusahaan
              Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan agen travel PT Nadies Citra Mandiri yang
              beralamat di gedung alumni IPB Jalan Pajajaran Baranangsiang Bogor.

              "Ke-19 calon PMI ini akan di janjikan untuk bekerja di sektor perhotelan dengan gaji 10 hingga
              20 juta Rupiah per bulannya. Mereka juga wajib membayar uang sebesar 25 Juta Rupiah kepada
              perusahaan dan dijanjikan akan diberangkatkan dalam waktu 2 minggu," jelas Benny.

              Untuk  mengusut  kasus ini,  lanjut  Benny  BP2MI akan  bekerja  sama  dengan  Bareskrim Polri.
              Selain itu, para calon PMI ini juga menjalani pemeriksaan Covid 19, dan setelah melakukan rapid
              test pada Sabtu pagi (18/7/2020).

              "Para  calon  PMI  bukan  kita  laporkan  tapi  dimintai  keterangan.  Setelah  proses  pemeriksaan
              rampung belasan CPMI ini akan dikembalikan ke daerah asal yang di Jawa Barat dan Jawa
              Tengah.  Para  calon  PMI  ini  adalah  korban  yang  harus  dilindungi  hak-haknya.  Saya  sudah
              katakan bahwa mereka adalah warga negara VVIP. BP2MI akan melindungi mereka dari ujung
              rambut hingga ujung kaki," ujarnya.

              Lebih  lanjut  Benny  menyampaikan,  bahwa  hukum  harus  ditegakkan  kepada  perusahaan-
              perusahaan  yang  mengirimkan  tenaga  kerja  secara  ilegal.  Perlu  dilakukan  konsolidasi  antar
              pihak dan pembenahan dari hulu dan tata kelola penempatan pekerja migran, sebagai salah
              satu bentuk perlindungan kepada calon PMI.
















                                                           125
   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131