Page 230 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 230

ZAINUDIN AMALI JADI DOSEN PENGUJI IDA FAUZIYAH

              JAKARTA  - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI)  Zainudin Amali
              menjadi dosen penguji mahasiswa Ida Fauziyah yang juga sebagai Menteri Ketanagakerjaan
              dengan disertasi "Implementasi Kebijakan Pengarusutamaan Gender Dalam Pelaksanaan Tugas
              dan  Fungsi  Dewan  Perwakilan  Rakyat  RI"  di  Kampus  IPDN  Gedung  Pascasarjana,  Cilandak,
              Jumat (17/7) pagi.

              Menpora bersama Rektor IPDN Hadi Prabowo mendengarkan langsung paparan materi disertasi
              yang disampaikan Ida Fauziyah.

              "Alhamdulillah, terima kasih kepada semua dosen penguji yang ada di ruangan ini. Di tengah
              tugas dan kesibukan sehari-hari yang menguras energi, penelitian ini dapat saya selesaikan
              dengan baik," kata Ida dalam pembukaanya.

              Penelitian  berjudul  "Implementasi  Kebijakan  Pengarusutamaan  Gender  dalam  Pelaksanaan
              Tugas dan Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia" ini diajukan untuk memenuhi
              salah  satu  persyaratan  dalam  meraih  gelar  Doktor  Ilmu  Pemerintahan  pada  program  Pasca
              Sarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

              "Pemilihan isu gender dalam konteks keparlemanan yang menjadi tema sentral penelitian ini
              tentu tak lepas dari 'takdir' sebagai wakil rakyat yang saya jalani selama hampir dua dasawarsa.
              Selama  itu  saya  mendidikasikan  segenap  tenaga  dan  pikiran  untuk  turut  berikhtiar
              meningkatkan  kualitas  kehidupan  berbangsa  dan  bernegara,  sesuai  tugas  dan  fungsi  yang
              melekat pada lembaga legislatif," ujarnya.

              Ida  menyampaikan,  sebagai  politisi  yang  berkesempatan  menjadi  legislator  selama  empat
              periode,  dirinya  terlibat  hampir  seluruh  dinamika  parlemen  pasca-reformasi  sebagai  bentuk
              peran  dan  kontribusi  perempuan  dalam  pembentukan  regulasi  dan  pengambilan  kebijakan
              negara.

              "Saya menemukan salah satu urgensi penelitian, yaitu untuk mengamati sejauh mana perspektif
              gender terimplementasi dalam proses perancangan sejumlah kebijakan di lembaga legislatif,"
              katanya.

              "Semoga hasil penelitian ini dapat menambah refrensi dalam pengambilan kebijakan, terutama
              agar  pembangunan  di  semua  sektor  memiliki  persepektif  gender  dan  berkeadilan  bagi
              perempuan. Sebab, tidak ada demokrasi sejati tanpa keterwakilan perempuan," imbuhnya..



























                                                           229
   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235