Page 228 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 228

"Alhamdulillah, terima kasih kepada semua dosen penguji yang ada di ruangan ini. Di tengah
              tugas dan kesibukan sehari-hari yang menguras energi, penelitian ini dapat saya selesaikan
              dengan baik," kata Ida dalam pembukaanya.

              Penelitian  berjudul  'Implementasi  Kebijakan  Pengarusutamaan  Gender  dalam  Pelaksanaan
              Tugas dan Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia' ini diajukan untuk memenuhi
              salah  satu  persyaratan  dalam  meraih  gelar  Doktor  Ilmu  Pemerintahan  pada  program  Pasca
              Sarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
              "Pemilihan isu gender dalam konteks keparlemenan yang menjadi tema sentral penelitian ini
              tentu tak lepas dari 'takdir' sebagai wakil rakyat yang saya jalani selama hampir dua dasawarsa.
              Selama  itu  saya  mendedikasikan  segenap  tenaga  dan  pikiran  untuk  turut  berikhtiar
              meningkatkan  kualitas  kehidupan  berbangsa  dan  bernegara,  sesuai  tugas  dan  fungsi  yang
              melekat pada lembaga legislatif," ujarnya.

              Ida  Fauziah  menyampaikan,  sebagai  politisi  yang  berkesempatan  menjadi  legislator  selama
              empat  periode,  dirinya  terlibat  hampir  seluruh  dinamika  parlemen  pasca-reformasi  sebagai
              bentuk  peran  dan  kontribusi  perempuan  dalam  pembentukan  regulasi  dan  pengambilan
              kebijakan negara.

              "Saya menemukan salah satu urgensi penelitian, yaitu untuk mengamati sejauh mana perspektif
              gender terimplementasi dalam proses perancangan sejumlah kebijakan di lembaga legislatif, "
              tambahnya.

              "Semoga hasil penelitian ini dapat menambah refrensi dalam pengambilan kebijakan, terutama
              agar  pembangunan  di  semua  sektor  memiliki  perspektif  gender  dan  berkeadilan  bagi
              perempuan.  Sebab,  tidak  ada  demokrasi  sejati  tanpa  keterwakilan  perempuan,"  harapnya.
              [hhw].








































                                                           227
   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233