Page 28 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 28

Belasan  PMI  non-prose-dural  tersebut,  kata  Benny.  rencananya  akan  diberangkatkan  ke
              Thailand  oleh  dua  perusahaan  yang  berbeda.  Namun,  kedua  perusahaan  ini  tidak  terdaftar
              secara resmi.

              Dua perusahaan tersebut berinisial PT DBH. Perusahaan tersebut tidak terdaftar memiliki Surat
              Izin  Perusahaan  Penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia  (SIP3MI)  dari  Kementerian
              Ketenagakerjaan.

              Kedua, kata Benny. pihak agen travel PT NCM yang beralamat di Gedung Alumni IPB Jalan
              Pajajaran,  Baranangsiang.  Bogor.  Benny  menjelaskan,  penggerebekan  bermula  dari  adanya
              laporan  masyarakat  melalui  layanan  Crisis  Center  BP2MI  terkait  adanya  dugaan  rencana
              pengiriman PMI non-prosedural.

              Setelah mendapat laporan tersebut. Benny langsung memimpin rapat persiapan dan melakukan
              penggerebekan ke Apartemen Bogor Icon. Setelah dilakukan pengecekan di kamar nomor 18
              lantai 12 apartemen, terdapat dua calon PMI yang berada di kamar tersebut.

              Selanjutnya, petugas melakukan pendalaman dan ditemukan lagi calon PMI yang terdapat di
              tiga kamar. Mereka juga wajib membayar uang sebesar Rp 25 juta kepada perusahaan dan
              dijanjikan akan diberangkatkan dalam waktu dua minggu

              “Kamar  dihuni  oleh  tiga  calon  PMI  perempuan.  Sehingga  total  CPMI  yang  ditampung  di
              apartemen tersebut sebanyak 19 CPMI yang terdiri dari 3 perempuan dan 16 laki-laki." kata
              Benny.

              Benny mengatakan para calon PMI tersebut nantinya akan dimintai keterangan dari kepolisian.

              Setelah proses pemeriksaan rampung, belasan calon PMI tersebut akan dikembalikan ke daerah
              asal di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

              "Para calon PMI ini adalah korban yang harus dilindungi hak-haknya. Saya sudah katakan bahwa
              mereka adalah warga negara WIP. BP2MI akan melindungi mereka dari ujung rambut hingga
              ujung kaki." katanya.

              Gandeng Bareskrim

              Untuk  menindaklanjuti  temuan  penampungan  19  calon  pekerja  migran  Indonesia  non
              prosedural ini. pihak BP2MI menggandeng Bareskrim Polri.

              Adapun, kerja sama pengusutan temuan tersebut sebagai upaya untuk memberantas dugaan
              Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

              "Perlu dilakukan konsolidasi antar pihak dan pembenahan dari hulu dan tala kelola penempatan
              pekerja  migran,  sebagai  salah  satu  bentuk  perlindungan  kepada  calon  PMI."  kata  Benny.
              (ded/kom-pas.com)

















                                                           27
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33