Page 319 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 319

"Karena  kemampuan  anggaran  daerah kan  tidak  mencukupi  dan penyalurannya  juga bukan
              hanya di sektor perburuhan. Cukup banyak juga sektor lain yang mesti dipertiatikan, di sisi lain
              kemampuan anggaran juga terbatas," kata Kabid Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga
              Kerja. Disnakertrans DIY. Ariyanto Wibowo kepada Tribun Jogja, Kamis (16/7).



              TAK BISA PENUHI PERMINTAAN PEKERJA

              DINAS  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  Daerah  Istimewa  Yogyakarta
              mengatakan,  tuntutan  buruh  yang  menginginkan  pemberian  BLT  setara  UMP  bagi  pekerja
              terdampak Covid-19 cukup berat untuk direalisasikan.

              "Karena  kemampuan  anggaran  daerah kan  tidak  mencukupi  dan penyalurannya  juga bukan
              hanya di sektor perburuhan. Cukup banyak juga sektor lain yang mesti dipertiatikan, di sisi lain
              kemampuan anggaran juga terbatas," kata Kabid Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga
              Kerja. Disnakertrans DIY. Ariyanto Wibowo kepada Tribun Jogja, Kamis (16/7).

              Dia menyebutkan, saat ini Pemda DIY juga tengah mendata pekerja yang terdampak Covid-19.
              Nantinya  Diskomin-fo  DIY  bertugas  untuk  melakukan  akurasi  dan  pencocokan  data  untuk
              melakukan penyaluran bantuan kepada pekerja yang terdampak.
              "Kami maunya bantuan yang diberikan tepat sasaran karena selama ini memang muncul data
              yang  tumpang  tindih  dan  lain  sebagainya.  Nantinya  mekanismenya  juga  tengah  kita  atur
              bagaimana pelaksanaannya supaya optimal di lapangan." ucapnya.

              Diakui dia. sampai saat ini Pemda DIY memang belum menyalurkan bantuan kepada pekerja
              terdampak Covid-19 melalui Disnakertrans. Sejumlah bantuan yang mengalir hanya dari Dinsos.
              Kemenaker. maupun instansi terkait lainnya.

              "Kemarin itu baru dari pusat yang dari Kemenaker, itu kami salurkan kepada pekerja informal
              yakni buruh gendong," ucapnya.


              Dalam pendataan bagi pekerja terdampak. pihaknya juga mengimbau kepada serikat pekerja
              untuk  melaporkan  anggotanya  yang  dirumahkan  maupun  dipaksa  berhenti  akibat  pandemi
              Covid-19. Hal ini untuk mengoptimalkan akurasi data yang diperoleh oleh dinas terkait agar
              penyaluran bantuan dapat berjalan efektif.

              "Kami akan coba cocokkan melalui NIK dan domisili. Karena dari pengalaman yang sudah-sudah
              ada yang satu NIK dipakainya untuk beberapa orang, jadi kita tidak mau yang begitu terulang
              lagi." katanya, (jsf)






















                                                           318
   314   315   316   317   318   319   320   321   322   323   324