Page 38 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 38

createElement(l);       e.async=1;e.charset='utf-8';e.src='//static.dable.io/dist/plugin.min.js';
              _=a.getElementsByTagName(l)[0];_.parentNode.insertBefore(e,_);
              })(window,document,'dable','script');  dable('setService', 'm.tempo.co');  dable('sendLogOnce');
              dable('renderWidget',  'dablewidget_goBxbDle');    Saat  ini,  masalah  seperti  surat  izin  sedang
              ditelusuri agar lebih mudah dan jelas siapa yang akan menerbitkan. Purbaya sadar masalah ini
              tidak selesai dalam waktu singkat. "Tetapi kasus-kasus penelantaran ABK sekarang sudah dapat
              lebh cepat direspon," kata dia.

              Dalam beberapa waktu terakhir, kekerasan terhadap ABK terus terulang. Awal Juni 2020, dua
              ABK, Andri Juniansyah asal Sumatera Utara dan Reynafli asal Nusa Tenggara Barat. Kedua ABK
              mengalami intimidasi di atas kapal ikan Cina. Keduany kemudian melompat ke laut di Selat
              Malaka dan diselamatkan oleh nelayan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, setelah 7 jam
              mengapung.

              Awal Juni, giliran ABNK bernama Hasan Afriadi ditemukan tewas di atas, lagi-lagi di atas  kapal
              Cina  . Jasadnya pun disimpan di lemari pendingin selama 15 hari sebelum ditemukan oleh
              kepolisian Indonesia. "Hasil visum sudah keluar, hasilnya jelas ada penganiayaan," kata Kapolda
              Kepulauan Riau Inspektur Jenderal Aris Budiman pada 9 Juli.

              Saat kasus dua ABK, Tempo menemukan adanya tumpah tindih surat izin penempatan. Saat ini,
              ABK  memperoleh  surat  lewat  dua  jalur,  Surat  Izin  Perusahaan  Penempatan  Pekerja  Migran
              Indonesia  (SIP3MI)  di  Kementerian  Ketenagakerjaa  dan  Surat  Izin  Usaha  Perekrutan  dan
              Penempatan Awak Kapal (SIUPPAK) di Kementerian Perhubungan.

              Di  lapangan,  Kemenaker  pun  menemukan  ada  perusahaan  yang  melanggar  karena  hanya
              menggunakan izin perdagangan dari dinas perdagangan daerah setempat. "Untuk saat ini bisa
              jadi ada kekosongan hukum," kata Plt Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga kerja
              dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kemenaker, Aris Wahyudi kepada Tempo di Jakarta, Selasa,
              10 Juni 2020.

              Masalah  ini  yang  akan  diselesaikan  oleh  tim  nasional  bentukan  dari  deputi  yang  dipimpin
              Purbaya.  Menurut  dia,  semua  pihak  akan  terlibat,  termasuk  Kementerian  Luar  Negeri  dan
              Kementerian Kelautan dan Perikanan.
              Selain membentuk tim, Kemenko Kemaritiman dan Investasi juga meluncurkan fitur baru. Jika
              laman resmi kementerian diakses, maka akan langsung tampil pengumuman bertuliskan "Form
              Pelaporan Kasus Penelantaran Awak Kapal Indonesia"  Form ini bertujuan untuk merespon dan
              menindaklanjuti  kasus-kasus  yang  dialami  oleh  awak  kapal  Indonesia,  baik  di  kapal  niaga
              maupun kapal  perikanan  . Formulir bisa langsung diundur.

              Di dalamnya, pihak pelapor bisa menuliskan email, nama lengkap, organisasi pelapor, nomor
              handphone atau WhatsApp pelapor, nama kapal, bendera kapal, nomor IMO Kapal (7 digit), tipe
              kapal, lokasi (di mana anda terlantar), jumlah awal kapal yang mengalami penelantaran, asal
              negara awal kapal, dan data-data lainnya.

              Formulir  tersebut  bisa  diakses  di  link  berikut:  https://maritim.go.id/form-pelaporan-kasus-
              penelantaran-awak-kapal-indonesia-copy/    Purbaya  memastikan  formulir  pelaporan  ini  tidak
              akan  bertabrakan  dengan  pengaduan  yang  juga  diterima  oleh  Badan  Pelindungan  Pekerja
              Migran Indonesia (BP2MI). "Kami berkoordinasi dengan mereka," kata Purbaya..








                                                           37
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43