Page 95 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JULI 2020
P. 95

JAKARTA,  - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (  BP2MI  ) menggandeng Bareskrim
              Polri  untuk mengusut temuan penampungan 19 calon Pekerja Migran Indonesia (  PMI  ) non-
              prosedural di Apartemen Bogor Icon, Jawa Barat.

              "Untuk mengusut kasus ini, BP2MI akan bekerja sama dengan Bareskrim Polri," ujar Kepala
              BP2MI Benny Rhamdani dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/7/2020).

              Adapun, kerja sama pengusutan temuan tersebut sebagai upaya untuk memberantas dugaan
              Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

              Maka  dari  itu,  kata  Benny,  hukum  harus  ditegakkan  kepada  perusahaan-perusahaan  yang
              mengirimkan tenaga kerja secara ilegal.

              "Perlu dilakukan konsolidasi antar pihak dan pembenahan dari hulu dan tata kelola penempatan
              pekerja migran, sebagai salah satu bentuk perlindungan kepada calon PMI," kata Benny.

              Benny mengatakan para calon PMI tersebut nantinya akan dimintai keterangan dari kepolisian.

              Setelah proses pemeriksaan rampung, belasan calon PMI tersebut akan dikembalikan ke daerah
              asal di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
              "Para calon PMI ini adalah korban yang harus dilindungi hak-haknya. Saya sudah katakan bahwa
              mereka adalah warga negara VVIP. BP2MI akan melindungi mereka dari ujung rambut hingga
              ujung kaki," katanya.

              Diberitakan  sebelumnya,  BP2MI  menggerebek  tempat  penampungan  calon  Pekerja  Migran
              Indonesia  (PMI)  non-prosedural  di  Apartemen  Bogor  Icon,  Jawa  Barat,  Jumat  (17/7/2020)
              malam.

              "Dalam  penggerebekan,  terdapat  19  calon  pekerja  migran  non-prosedural  yang  dievakuasi
              untuk  diamankan,"  ujar  Kepala  BP2MI  Benny  Rhamdani  dalam  keterangan  tertulis,  Sabtu
              (18/7/2020).

              Benny menjelaskan penggerebekan tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat melalui
              layanan Crisis Center BP2MI terkait adanya dugaan rencana pengiriman PMI non-prosedural.

              Setelah mendapat laporan tersebut, Benny langsung memimpin rapat persiapan dan melakukan
              penggerebekan ke Apartemen Bogor Icon, Gedung Alphine, Bukit Cimanggu, Bogor, Jawa Barat.

              Setelah dilakukan pengecekan di kamar nomor 18 lantai 12 apartemen, terdapat dua calon PMI
              yang berada di kamar tersebut.

              Selanjutnya, petugas melakukan pendalaman dan ditemukan lagi calon PMI yang terdapat di
              tiga kamar terpisah.

              "Salah satu kamar dihuni oleh tiga calon PMI perempuan. Sehingga total CPMI yang ditampung
              di apartemen tersebut sebanyak 19 CPMI yang terdiri dari 3 perempuan dan 16 laki-laki," kata
              Benny.

              Benny mengatakan, belasan PMI non-prosedural tersebut rencananya akan diberangkatkan ke
              Thailand  oleh  dua  perusahaan  yang  berbeda.  Namun,  kedua  perusahaan  ini  tidak  terdaftar
              secara resmi.

              Dua perusahaan tersebut adalah PT Duta Buana Bahari. Perusahaan tersebut tidak terdaftar
              memiliki  Surat  Izin  Perusahaan  Penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia  (SIP3MI)  dari
              Kementerian Ketenagakerjaan.


                                                           94
   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100