Page 433 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 433
Judul Ini Kelompok Rentan Terhadap Kekerasan & Pelecehan di Tempat
Kerja
Nama Media detik.com
Newstrend Kolaborasi Pengawas Ketenagakerjaan
Halaman/URL https://news.detik.com/berita/5825345/ini-kelompok-rentan-terhadap-
kekerasan--pelecehan-di-tempat-kerja
Jurnalis Faidah Umu Sofuroh
Tanggal 2021-11-24 15:42:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PPK & K3
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Dirjen Binwasnaker dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang menegaskan
fenomena kekerasan dan pelecehan mengakibatkan kerugian terhadap pekerja secara individu
maupun perusahaan. Fenomena tersebut pada akhirnya membentuk lingkungan kerja tidak
aman, publisitas negatif perusahaan yang berdampak pada hilangnya kepercayaan publik, dan
memburuknya hubungan antara perusahaan dan pembeli internasional.
INI KELOMPOK RENTAN TERHADAP KEKERASAN & PELECEHAN DI TEMPAT KERJA
Dirjen Binwasnaker dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang menegaskan
fenomena kekerasan dan pelecehan mengakibatkan kerugian terhadap pekerja secara individu
maupun perusahaan. Fenomena tersebut pada akhirnya membentuk lingkungan kerja tidak
aman, publisitas negatif perusahaan yang berdampak pada hilangnya kepercayaan publik, dan
memburuknya hubungan antara perusahaan dan pembeli internasional.
Beberapa kelompok di dunia kerja yang diakui sangat rentan terhadap kekerasan dan pelecehan
adalah mereka yang bekerja sendiri di malam hari, orang yang bekerja dengan berkontak dengan
publik, bekerja di sektor perbankan dan barang-barang berharga, serta bekerja di lokasi terpencil
pada sore dan/atau malam hari.
"Workshop ini digelar sebagai salah satu upaya untuk bertukar informasi dan pengalaman di
antara negara ASEAN mengenai bagaimana peran pengawas ketenagakerjaan dalam menangani
kasus-kasus kekerasan dan pelecehan di tempat kerja, dan dapat mengambil manfaat positif
untuk best practices yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN lain," kata Haiyani dalam
keterangan tertulis, Rabu (24/11/2021).
Untuk menjawab tantangan sektor yang rentan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual
tersebut, Haiyani mengatakan ILO telah menerbitkan suatu instrument terkait dengan
penanganan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja. Adapun instrumen yang dimaksud yakni
432

