Page 436 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 436

UPAH RENDAH 2022, BURUH DI PALU DEMO DPRD SULTENG

              Konfederasi Serikat Seluruh Indonesia (KSBSI) melakukan demonstrasi di depan kantor DPRD
              Sulawesi Tengah, Rabu (24/11), untuk menolak keputusan upah minum provinsi (UMP) yang
              dianggap rendah dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans).

              "Kami menolak upah rendah yang telah ditentukan Dinas Ketenagakerjaan," ujar Sekretaris DPC
              Kamiparho Kota Palu, Gusri Muh Said.

              Menurut dia, nilai besaran upah mengalami penurunan dari UMR sebelumnya jika melihat dari
              sisi kenaikan inflasi. Berdasarkan UU Ciptakan Kerja terbit Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36
              Tahun 2021 tentang pengupahan dan Surat Edaran (SE) Kementerian Ketenagakerjaan Nomor
              383 pada 9 November 221.

              Bahwa, kata Gusri, dari SE tersebut, maka Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum
              Kabupaten dan Kota (UMK) untuk tahun 2022 tidak mengalami kenaikan.

              "Padahal, penyampaian dari pemerintah, pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan sebesar
              9,19 persen dan inflasi 1,09 persen di Sulawesi Tengah," ujarnya.

              "Namun, UMP Sulawesi Tengah ditetapkan berdasarkan PP 36 dan SE Menteri Tenaga Kerja
              hanya sebesar 3,78 persen, sementara harga kebutuhan pokok pekerja atau buruh di pasar
              tradisional telah naik hampir 20 persen," tambahnya.

              Sehingga, baginya, baik pekerja maupun buruh, ke depannya parah buruh tidak akan dapat
              membeli kebutuhan pokok untuk keluarga dan dirinya sendiri.

              "Harapan  kami  sebagai  buruh  agar  UMP  juga  UMK  dapat  dipertimbangkan  kembali  untuk
              kemaslahatan hidup orang banyak," katanya.

              Bahkan, Korlap KSBSI mengatakan, masih banyak hak dasar buruh yang mengalami perubahan
              seperti PKWT tanpa batas, outsourcing diperluas tanpa melihat jenis usaha, dan upah minimum.
              "Kami  menegaskan  kepada  pemerintah  kalau  semua  aturan  itu  tidak  dicabut  jelas  akan
              berdampak negatif kepada pihak buruh kami," ujarnya
































                                                           435
   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440   441