Page 465 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 465

Pekerja  Seluruh  Indonesia  (KSPSI)  Daerah  Istimewa  Yogyakarta  (DIY)  Irsad  Ade  Irawan
              mengatakan, untuk hidup layak di DIY dibutuhkan penghasilan bulanan sebesar Rp 3 juta. "Hal
              ini  perlu  kami  tolak  karena  upah  minimum  dari  yang  sudah  ditetapkan  tidak  bisa  untuk
              mencukupi  KHL.  Jadi  percuma  saja  ada  kenaikan  UMP  tapi  naiknya  itu  tidak  bisa  untuk
              mencukupi  KHL,"  kata  Irsad  saat  ditemui  di  Titik  Nol  Kilometer,  Kota  Yogyakarta,  Rabu
              (24/11/2021).



              PROTES UMP 2022 HANYA RP 1,8 JUTA, BURUH GELAR DEMO DI YOGYAKARTA

              YOGYAKARTA, - Sejumlah buruh di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar unjuk rasa
              penolakan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) yang telah ditetapkan.

              UMP DIY 2022 sebesar Rp 1.840.000 dianggap demonstran jauh dari survei Kebutuhan Hidup
              Layak (KHL).

              Sekjen  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (KSPSI)  Daerah  Istimewa  Yogyakarta
              (DIY) Irsad Ade Irawan mengatakan, untuk hidup layak di DIY dibutuhkan penghasilan bulanan
              sebesar Rp 3 juta.

              "Hal ini perlu kami tolak karena upah minimum dari yang sudah ditetapkan tidak bisa untuk
              mencukupi  KHL.  Jadi  percuma  saja  ada  kenaikan  UMP  tapi  naiknya  itu  tidak  bisa  untuk
              mencukupi  KHL,"  kata  Irsad  saat  ditemui  di  Titik  Nol  Kilometer,  Kota  Yogyakarta,  Rabu
              (24/11/2021).

              Selama ini, kata Irsyad, para buruh di DIY hidup dengan gali lubang tutup lubang.

              Gubernur DIY seharusnya sadar dengan persoalan itu dan segera merevisi UMP 2022 yang sudah
              ditentukan.

              "Dia  (Gubernur  DIY)  harus  merivisi  dan  memberikan  bantuan  lain  seperti  dana  koperasi,
              perumahan, dan subsidi pendidikan, transportasi," katanya.

              Dia menambahkan UMP di DIY dari tahun ke tahun masih menjadi yang terendah di Indonesia,
              sehingga perlu kenaikan yang signifikan untuk mencapai KHL.

              Kenaikan besaran upah sesuai KHL juga dapat membantu buruh di masa pandemi Covid-19.

              "Yang  lainnya  tentu  agar  Yogyakarta  benar-benar  istimewa  buruh,  rakyat  dan  UMP  bukan
              sekedar  bangun  infrastruktur  dan  tidak  membawa  kemakmuran  untuk  rakyat  Yogyakarta,"
              sebutnya.

              Sejumlah buruh ini turut membawa manekin yang digantung sebagai simbol jeleknya pemerintah
              dalam membuat kebijakan.
              "Boneka  digantung  maknanya  bahwa  ternyata  presiden  jokowi  dalam  membuat  kebijakan
              pengupahan selalu jelek dari tahun ke tahun," kata Irsad.

              Irsad mencontohkan beberapa kebijakan yang tidak sesuai dengan harapan buruh seperti pada
              Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 dan PP nomor 36 tahun 2021.

              Kedua aturan itu disebut yang dinilai tidak memihak buruh.
              "Misalnya dulu tahun 2015 ada PP 78 itu sudah kami tolak ternyata itu masih mending masih
              bisa naik sampai 7 persen. Dengan PP 36 ini (UMP) cuma naik 3 sampai 4 persen," katanya.


                                                           464
   460   461   462   463   464   465   466   467   468   469   470