Page 470 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 470

"Sebetulnya usulan UMK Pemkot itu hanya acuan untuk provinsi. Seperti tahun kemarin, zaman
              Herman HN wali kotanya, meminta sekian tapi pelaksanaanya tetap Rp2,7 juta, tidak sesuai
              dengan pengajuan wali kota," kata Tri Susilo, Rabu (24/11).

              Disisi lain, serikat pekerja merasa sangat dirugikan dengan kenaikan upah minimum provinsi
              (UMP) Lampung yang hanya 0,35 persen atau Rp 8.484. Menurutnya, kenaikan perekonomian
              mencapai 7,7 persen dengan ketentuan kenaikan UMP seluruh Indonesia mencapai 1,95 persen.

              "Dengan kata lain, dari mana dasarnya UMP yang 0,35 persen itu menjadi patokan, sedangkan
              perekonomian kita meningkat 7,7 persen,” jelasnya.

              Menurutnya,  kenaikan  UMP  hanya  0,35  persen  seolah-olah  serikat  pekerja  seperti  tidak  ada
              harganya di mata pemerintah. Padahal yang menjalankan perekonomian adalah pekerja.

              “Rp 8 ribu itu bisa beli apa sih, bensin saja tidak cukup. Sebelumnya naikan UMK Rp 50 ribu juga
              masih belum cukup jika mengacu pada survei kebutuhan hidup layak," ujarnya.

              Lebih lanjut, Tri Susilo mengaku pada 15 November lalu, serikat buruh telah meminta kepada
              Pemerintah Provinsi Lampung untuk menaikkan UMP sebesar Rp 7-15 persen, tapi nyatanya
              hanya naik 0,35 persen.

              “Kami dari buruh Lampung sedang berkonsolidasi bagaimana caranya kita menghadapi ini dan
              rencananya juga akan memberikan penolakan keputusan ini,” jelasnya.

















































                                                           469
   465   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475