Page 568 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 568

pemerintah, asosiasi pengusaha, serikat buruh, dewan pengupahan, dan stakeholder terkait. Bila
              sudah ditetapkan, itulah keputusan yang terbaik.
              "Penetapan UMP Lampung dirasa sudah win-win solution. Semua pihak juga perlu memahami
              keadaan ekonomi saat ini dan dampak pandemi," kata dia, Selasa (23/11).

              Dia  menjelaskan  pandemi  Covid-19  berdampak  kepada  sektor  perekonomian  di  Lampung.
              Beberapa  pelaku  usaha  perlu  memutar  otak  dan  merogoh  kocek  yang  dalam  untuk
              menghidupkan operasional usahanya agar bisa terus survive dari terjangan pandemi Covid-19.

              "Semua pihak harap memakluminya, UMP Lampung naiksaja sudah alhamdulillah, Banyak juga
              kawan-kawan pengusaha lainnya kolaps dan merumahkan pegawai sertatidakmampumembayar
              hiaya operasional harian karena pandemi," kata dia.

              Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
              Lampung, Ary Meizari Alfian menjelaskan mengenai UMP Lampung 2022 harus bisa diterima
              semua pihak. Dia mengatakan dalam kondisi prihatin karena dampak Covid-19 saat ini, pelaku
              usaha harus terus berusaha bertahan dan bangkit.

              Semua pihak diharap bisa memahami kondisi saat ini, Apalagi dalam situasi seperti ini makin
              kompetitif.

              "Besaran UMP Lampung melihat kondisi kita saat ini. Pelaku usaha juga berpikir realistis dan
              berusaha agar ke depan perekonomian makin baik," kata dia.
              Sementara itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung berencanamenaikkan UMK 2022 Rp50 ribu,

              "UMP naik Rp8.000-an, kalau kita (UMK Bandar Lampung) naik Rp60 ribu," wjar Wali Kota Eva
              Dwiana kemarin.

              Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandar Lampung, Wan Abdurrahman mengatakan
              hasil keputusan rapatpenetapan UMKirutelah dibahas dalam rapat bersama dewan pengupahan,
              namun  secara  pasti  masih  akan  dibahas  kembali  dalam  rapat  lanjutan.  (TRYDET/I)  DEWAN
              PENGUPAHAN.1Im 9
































                                                           567
   563   564   565   566   567   568   569   570   571   572   573