Page 600 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 600
Rapat itu dipimpin Fuad Sidiq yang dihadiri Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kotim Siswanto,
Kabag Ekonomi Setda Kotim Bahalap, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sampit, perwakilan
Serikat Pekerja, Serikat Buruh Nusantara, perwakilan Dinas Koperasi dan perwakilan dari BPS
Kotawaringin Timur.
, diantaranya perwakilan pekerja dan pengusaha. Semua memaklumi bahwa belum stabilnya
perekonomian akibat dampak pandemi COVID-19 perlu menjadi pertimbangan bersama.
Meski belum sepenuhnya pulih, namun mulai membaiknya kondisi ekonomi saat ini menjadi
dasar dalam mengusulkan dan menetapkan kenaikan UMK 2022. Berbeda dengan tahun 2021
yang diputuskan tidak ada kenaikan UMK karena lesunya ekonomi imbas pandemi.
Hasil penghitungan bersama, akhirnya diputuskan dan ditetapkan UMK 2022 Kotawaringin Timur
Rp3.014.732. Jumlah tersebut naik 0,99 persen atau Rp22.786 jika dibandingkan dengan UMK
2021 yang hanya Rp2.991.946.
Kesepakatan penetapan UMK tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama berita acara
oleh perwakilan masing-masing pemangku kepentingan yang hadir.
"Hasil penetapan ini kami sampaikan kepada Gubernur Kalimantan Tengah. Nanti Pak Gubernur
yang menetapkannya," kata Fuad.
Ketua Apindo Kotawaringin Timur Siswanto mengatakan UMK yang ditetapkan tersebut
merupakan jalan tengah yang disepakati bersama. Dia yakin UMK 2022 ini bisa dilaksanakan
oleh perusahaan di daerah ini.
"Ini sudah disepakati dan ditetapkan. Saya berharap semua bisa mengikuti keputusan tersebut.
Saya juga yakin tidak ada anggota Apindo yang akan membayar upah di bawah standar UMK,"
ujar Siswanto.
Sementara itu Martinus yang dari Serikat Pekerja mengapresiasi keputusan kenaikan UMK 2022
meski kondisi masih dalam masa pandemi COVID-19. Menurutnya, keputusan itu diharapkan
bisa diterima semua pihak dan diterapkan sesuai aturan.
599

