Page 639 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 639

SERIKAT PEKERJA TOLAK UMK MAKASSAR 2021

              Perumusan Upah Minimum Kota (UMK) Makassar diwarnai perdebatan alot. Tidak ada titik temu
              dalam  forum  Dewan  Pengupahan  Makassar.  Pemerintah  Kota  Makassar  dalam  hal  Ini  Dinas
              Tenaga Kerja dan Asosiasi Perusahaan Indonesia (Apindo) Makassar mengusulkan kenaikan UMK
              1,2 persen mengikuti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 terkait pengupahan.

              Kenaikannya Rp39.559 dari UMK Makassar 2021 Rp3.255.423. totalnya Rp 3.294.423. Sementara
              dari pihak buruh atau pekerja menginginkan kenaikan mencapai delapan persen.

              Anggota Dewan Pengupahan Unsur Pekerja. Mul-yadi Arief, mengatakan, dalam rapat tersebut
              Dis-naker  yang  mewakili  pemerintah  ngotot  memaksakan  kenalkan  UMK  1.2  persen  tanpa
              mengakomodir usulan pihak pekerja.

              "Kenaikan hanya diangka 1.2 persen sementara kami dari tadi mengusulkan delapan persen
              dengan berbagai pertimbangan, tapi Itu tidak diakomodir," ucap Mulyadi Arief. Selasa (23/11).

              Anggota DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini menilai, rapat tersebut
              hanya  disepakati  oleh  dua  pihak.  Karena  itu,  la  menganggap  rapat  pembahasan  UMK  ini
              diagendakan kembali.

              "Tidak ada kesepakatan, kami menganggap rapat Ini ditunda, karena belum ada kesepakatan."
              tegasnya.

              Ia memaparkan, alasannya mengusulkan kenaikan UMK delapan persen dengan pertimbangan
              pertumbuhan ekonomi dan nasional d ia tas tujuh persen. Kedua, daya beli dan harga bahan
              pokok tinggi termasuk BBM.

              "Dengan kenalkan delapan persen dapat meningkatkan daya beli pekerja dan produktlvltas.saya
              yakin pertumbuhan ekonomi akan tinggi ini." ujarnya.

              Sebagal bentuk penolakan terhadap UMK Makassar. serikat buruh yang tergabung dalam Aliansi
              Persatuan Rakyat (Alpar) melakukan aksi di depan Kantor Disnaker Makassar. Bahkan, rapat
              penentuan Upah Minimum Kota (UMK) Makassar diwarnai kericuhan.

              Demonstran menyerobot ke ruang rapat Dewan Pengupahan yang sedang merumuskan UMK
              Makassar. Mereka menolak penetapan upah berdasarkan formula PP 36 Tahun 2021 Cabut UU
              No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

              Jendral Lapangan, Taufik mengatakan, UU Om-nlbus Law atau UU Cipta Kerja yang merupakan
              bentuk atau upaya pemerintah dalam melakukan penjajahan modern terhadap rakyatnya.

              "Penetapan upah minimum yang menggunakan formula PP 36 dinilai tidak memiliki landasan
              hukum karena UU Cipta Kerja saat Ini sedang digugat dl Mahkamah Konstitusi," tegasnya.
              Ia mengaku miris dengan upah upah minimum yang ditetapkan tabun ini sebesar 1,9 persen. Ia
              menilai. UMP yang ditetapkan oleh kementerlan ketenagakerjaan terlalu kecil dan tidak cukup
              untuk kebutuhan hidup layak.

              Bahkan hanya memberikan proteksi kepada pengusaha daripada kaum buruh/pekerja. Padahal
              negara  seharusnya  memproteksi  hak-hak  kaum  buruh  sebagal  elemen  masyarakat  yang
              lemah.(cr7)





                                                           638
   634   635   636   637   638   639   640   641   642   643   644