Page 691 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 691

ANCAM MOGOK KERJA

              PRESIDEN  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  lqbal  mengatakan  enam
              konfederasi  dan  60  federasi  serikat  pekerja/buruh  satu  suara  menolak  kenaikan  UMP  2022.
              Kelompok buruh akan melakukan aksi unjuk rasa serta mogok kerja nasional.

              "Sudah disepakati tanggal 29 dan 30 November 2021 akan dilaksanakan gabungan aksi unjuk
              rasa di Istana Negara, di Balai Kota biang keroknya, dan super biang keroknya di Kementerian
              Ketenagakerjaan," kata Said di Jakarta, Senin (22/11).

              Aksi unjuk rasa akan melibatkan puluhan ribu buruh dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.
              "Kalau digabung dari konfederasi dan 60 federasi serikat pekerja jumlahnya adalah puluhan ribu
              buruh yang berasal dari pabrik dan perusahaan," tutur Said.

              Said juga menekankan para pengunjuk rasa harus tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai
              aturan PPKM level 1 di DKI Jakarta. "Teknis unjuk rasanya mungkin 10 ribu di Istana, 10 ribu di
              Balai Kota, 10 ribu Kemnaker. Ini nggak main-main, sungguh-sungguh ini, tentu aksi ini harus
              mempertimbangkan protokol kesehatan," tambahnya.

              KSPI  juga  berharap  elemen  mahasiswa  bisa  bergabung  menyampaikan  aspirasi  terhadap
              pemerintah. Selanjutnya aksi mogok kerja nasional sudah

              disepakati mulai 6 Desember 2021 hingga 8 Desember 2021. Said mengklaim sedikitnya 2 juta
              buruh/pekerja akan mogok kerja sebagai bentuk protes menolak ketetapan kenaikan UMP rata-
              rata 1,09 persen.

              "Buruh yang akan mogok berasal dari lebih 100 ribu perusahaan di 30 provinsi dan lebih dari
              150 ka b u paten/kota. Termasuk juga kawan-kawan ojek online akan ikut bergabung, sopir
              trailer, buruh-buruh pelabuhan," tutur Said.
              KSPI  menggandeng  sejumlah  konfederasi  buruh  seperti  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Seluruh
              Indonesia  (KSPSI),  Komite  Politik  Buruh  Indonesia  (KPBI),  Kongres  Aliansi  Serikat  Buruh
              Indonesia  (KASBI),  hingga  Gerakan  Kesejahteraan  Nasional  (Ge-kanas).  Said  menambahkan
              dasar hukum yang akan digunakan dalam aksi ini adalah Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998
              tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

              "Kami imbau seluruh buruh setop melakukan produksi. Inilah reaksi balik yang keras, jangan
              berdalih bahwa kenaikan upah minimum 1,09 persen itu karena pandemi Covid-19. Tidak ada
              hubungannya," imbuhnya. (tribun network/reynas abdila)


























                                                           690
   686   687   688   689   690   691   692   693   694   695   696