Page 694 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 NOVEMBER 2021
P. 694

la  menyebut  di  NTT  banyak  perusahaan  bergerak  pada  bidang  jasa  sehingga  banyak  sekali
              perusahaan yang merumahkan bahkan memutuskan hubungan kerja dengan karyawan, dampak
              pandemi Covid-19.

              "Saat ini sudah melandai maka diharapkan investasi ekonomi bisa bertumbuh. Jika semua sudah
              bergerak normal, maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi penyerapan tenaga kerja,"
              imbuhnya.

              Terpisah, Sekretaris DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Cabang Belu
              Marius  Nahak  berharap  Gubernur  NTT  dapat  menetapkan  UMP  naik  berkisar  10  sampai  30
              persen.

              "Contoh DKI Jakarta tiap tahun naik 18 persen. Nah, kalau naik 18 persen saja di NTT berarti
              sekitar Rp 300 ribu. Kalau naik 18 persen ditambah dengan UMP tahun 2021 maka UMP tahun
              2022 sebesar Rp 2.250.000," sebut Marius di Atambua, Senin (22/11).

              Menurutnya, Menteri Tenaga Kerja sudah menetapkan kenaikan UMP tahun 2022 sebesar 1,09
              persen. Dengan demikian, pemerintah provinsi dan kabupaten menetapkan UMP kurang dari
              angka nasional.

              "Serikat buruh dari pusat sampai ke daerah keberatan karena kalau secara nasional ditetapkan
              1,09 persen, berarti gubernur di masing masing provinsi tentu akan menerapkan di bawah itu,"
              katanya.

              Dalam konteks NTT, khususnya Kabupaten Belu, kenaikan UMP yang tergolong kecil ini kurang
              mensejahterakan pekerja. UMK Belu tahun 2021 sebesar 1.950.000.

              "Terlepas alasan Covid-19, saya pikir sekarang sudah mulai normal kembali," ujar Marius. (jen)












































                                                           693
   689   690   691   692   693   694   695   696   697   698   699