Page 192 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 04 NOVEMBER 2019
P. 192
Pada kenaikan UMP ini, Koimudin menyatakan akan mensosialisasikannya kepada
seluruh perusahaan terutama malalui asosiasi pengusaha. Kenaikan ini pula
mengharuskan pengusaha (perusahaan) guna memetuhinya sebagai kepatuhan
terhadap ketenagakerjaan.
"Kenapa menjelang akhir tahun, karena diberi waktu mensosialisasikan. Setelah
ditandatangani Gubernur Sumsel, akan segera diberikan baik kepada serikat pekerja
atau asosiasi pengusaha dan perusahaan, agar bersiap pada kenaikan
tersebut,"ucapnya.
Sementara kata Koimudin, sampai dengan tahun 2019 ini, belum ditemukan
perusahaan yang tidak menyepakati pemberian penghasilan berdasarkan standar
UMP yang telah ditetapkan. Disnakertrans akan menindaklanjuti saat terjadi laporan
atas ketidakpatuhan pada peraturan UMP yang telah ditetapkan.
"Perusahaan yang keberatan, belum ada tapi jika permasalahan ketenagakerjaan
termasuk pelunasan gaji dan lainnya, maka itu berbeda hal,"pungkasnya.
Menanggapi kenaikan besaran UMP ini, Iswahyudi, salah satu pekerja swasta,
menyatakan kenaikan UMP Sumsel menjadi Rp3,08 juta memang tidak terlalu tinggi.
Besaran upah ini dirasa masih belum bisa memenuhi standar penghasilan bagi mereka
yang telah berkeluarga dan memiliki tanggungan biaya pendidikan anak-anak.
"Setahu saya, UMP itu hitungan untuk pekerja sendiri, belum lah masuk misalnya
pendidikan anak-anak, dan tambahan jaminan lainnya. Apalagi situasi ekonomi yang
belum menentu, akan sangat rentan untuk tidak terpenuhinya kebutuhan pekerja
yang berumah tangga dan menanggu biaya pendidikan anak-anak,"ungkapnya.
Page 191 of 328.

