Page 132 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 Mei 2019
P. 132

Title         KOALISI MASYARAKAT SIPIL KECAM TINDAKAN APARAT SAAT MAY DAY DI BANDUNG
                Media Name    tempo.co
                Pub. Date     02 Mei 2019
                              https://nasional.tempo.co/read/1201140/koalisi-masyarakat-sipil-kecam- tindakan-aparat-
                Page/URL
                              saat-may-day-di-bandung
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Positive












               Koalisi Masyarakat Sipil Kota Bandung mengecam tindakan sewenang-wenang
               aparat Polri dan TNI dalam aksi May Day 2019. Menurut koordinator Koalisi, Willy
               Hanafi, aparat keamanan tersebut telah membubarkan paksa massa aksi dengan
               memukul secara membabi buta tanpa perlawanan.

               "Tak hanya itu mereka juga menangkap, mengumpulkan, menelanjangi, menyuruh
               jalan jongkok satu demi satu, menggunduli, mengecat tubuh, serta mempermalukan
               massa aksi di depan umum," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 1 Mei 2019.

               Willy menjelaskan, pada pukul 09.00 massa aksi berkumpul di kawasan Cikapayang,
               Dago. Satu jam kemudian, massa bergerak menuju Monumen Juang, Jawa Barat.
               Saat dalam perjalanan, kata Willy, sekitar pukul 11.00, tepatnya di jalan
               Bagusrangin, massa dihadang oleh aparat keamanan.

               "Mereka dipukul hingga mengalami luka dan sobek di kepala. Sebanyak delapan
               orang di antaranya ditangkap dan dikurung di salah satu sekolah," kata Willy.

               Willy mengatakan, kekerasan polisi juga dialami oleh jurnalis foto bernama Reza dan
               Prima. Dia menuturkan, Reza ditendang dan diinjak. Sementara Prima, kemeranya
               dirampas dan hasil dokumentasinya dihapus.

               Willy melanjutkan, pasca insiden di kawasan Bagusrangin, massa berkumpul di jalan
               Dipatiukur. Sambil merapikan barisan, lanjut dia, massa melakukan orasi secara
               bergantian dan melanjutkan long march melewati jalan Teuku Umar.

               Selanjutnya, tutur Willy, saat tiba di jalan Ir. Juanda atau Dago, polisi meminta
               massa aksi berjalan di trotoar. Namun, saat berada di depan Rumah Sakit
               Boromeus, aparat kepolisian disebut mulai memukuli massa aksi dan menangkap
               beberapa orang dan memasukkannya ke dalam truk polisi.

               "Termasuk menangkap para jurnalis pers mahasiswa yang mendokumentasikan
               peristiwa tersebut," kata dia.

               Willy mengatakan, tindakan represif dari aparat kepolisian semakin menjadi saat
               massa aksi tiba di kawasan Cikapayang. Meski tidak melakukan perlawanan, kata



                                                      Page 131 of 169.
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137