Page 90 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 Mei 2019
P. 90
Veteran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Dengan
tema "May Day Is A Creative Day", ribuan buruh dari Persaudaraan Pekerja Muslim
Indonesia (PPMI) dan Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI)
itu berdatangan menggunakan sepeda motor dengan mengenakan seragam hitam
dan merah.
Mereka juga antara lain menuntut penghapusan PP 78, menolak upah murah,
menolak outsourcing, menolak pekerja magang. Untuk memeriahkan peringatan
May Day, terdapat panggung hiburan dan sejumlah hadiah yang terpajang.
Beberapa personel kepolisian dan pemerintah pun ikut bergoyang dalam perayaan
penuh gembira.
Para buruh berjoget mengikuti alunan musik dan goyangan para biduan yang hadir.
Tak mau kalah, para anggota kepolisian maupun TNI juga turut berjoget bersama.
Bahkan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto dan Dandim 0507 Bekasi Letkol
Arm Abdi Wirawan naik panggung untuk berjoget bersama para buruh.
Indarto mengatakan, May Day ini harus dirayakan dengan penuh kegembiraan.
Kegembiraan itu dirayakan dengan penuh rasa syukur dikarenakan bisa bekerja dan
menjadi seorang buruh. "Saya rasa kawan-kawan ini sudah sangat tepat ya, rayakan
May Day ini dengan suatu hal positif. Kita harus syukuri jadi buruh," katanya.
Sementara di Sleman, Yogyakarta, para pekerja dan buruh memperingati May Day
dengan menggelar jalan sehat tripartit bersama para pengusaha dan pejabat
pemkab setempat. Bupati Sleman Sri Purnomo melepas langsung kegiatan tersebut,
bahkan ikut berjalan santai berbaur dengan peserta lain.
Jalan santai menempuh jarak sekitar 3 km mengitari kompleks Pemkab Sleman
dengan start dan finis di lapangan Pemkab Sleman. Sebelum jalan santai, para
peserta terlebih dahulu mengikuti senam pagi massal. Seusai jalan santai, ada
hiburan dan pembagian doorprizebagi peserta serta kegiatan donor darah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman Setiasih mengatakan, jalan santai
yang terdiri dari unsur pengusaha, serikat pekerja, dan buruh serta aparatur sipil
negara (ASN) Sleman tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, yang lebih
penting lagi dengan kegiatan itu dapat memupuk semangat kebersamaan dan
kekeluargaan bagi pengusaha, pekerja, dan buruh serta pemerintah sebagai pelaku
hubungan industrial.
"Termasuk akan menciptakan hubungan yang harmonis serta mewujudkan situasi
Sleman yang kondusif, aman, dan damai," kata Setiasih. Di Jawa Timur, Gubernur
Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menjanjikan akan memberikan hadiah
spesial bagi keluarga buruh pada peringatan May Day tahun ini, yakni kuota khusus
masuk SMA/SMK negeri bagi anak buruh atau pekerja yang tidak mampu di Jatim.
Kuota yang diberikan Khofifah sebesar 5% dan berlaku untuk semua SMA/SMK
negeri di Jatim. Keputusan itu sampaikan Khofifah di depan ribuan buruh yang hadir
Page 89 of 169.

