Page 119 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 04 JULI 2019
P. 119

Title          MENAKER: SERTIFIKASI TENAGA KERJA, TOLOK UKUR INDUSTRI
               Media Name     jateng.antaranews.com
               Pub. Date      03 Juli 2019
                              https://jateng.antaranews.com/berita/247098/menaker-sertifikasi-tenaga -kerja-tolok-
               Page/URL
                              ukur-industri
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Solo - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyatakan sertifikasi tenaga kerja
               menjadi salah satu tolok ukur di dunia industri agar bisa bersaing di pasar global.

               "Sertifikasi penting, saat ini adalah era di mana sertifikasi kompetensi menjadi satu
               tolok ukur industri di berbagai perusahaan, salah satunya di sektor teknologi
               informasi," katanya di Solo, Rabu.

               Dengan adanya sertifikasi, standar kualitas tenaga kerja sama antara di dalam
               dengan di luar negeri. Artinya, pencari kerja tidak kesulitan ketika mencari
               pekerjaan di negara lain.

               "Ada dua yang menjadi perhatian, yaitu akses dan mutu dari pelatihan serta akses
               dan mutu dari sertifikasi. Kita genjot agar pelatihan berkualitas dan dapat sertifikasi
               berkualitas," katanya.

               Ia mengatakan ada tiga tempat yang menjadi tempat untuk memfasilitasi program
               sertifikasi tersebut, yaitu Balai Latihan Kerja, Sekolah Menengah Kejuruan, dan
               Politeknik.

               "Tiga ini yang digenjot pemerintah untuk mengisi enam sektor utama, di antaranya
               pariwisata, industri manufaktur, termasuk ekonomi digital," katanya.

               Pihaknya juga mendorong peningkatan kualitas SDM melalui program kartu
               prakerja.

               Menurut dia, dalam skema kartu prakerja ada tiga program yang diusung atau
               disebut dengan "tripple skilling" yaitu "skilling", "upskilling", dan "reskilling".

               "Yang 'skilling' itu dari dia (angkatan kerja, red) tidak punya 'skill' (keahlian, red)
               kami beri program 'skilling' agar memiliki keahlian, bagi mereka yang sudah punya
               skill tapi ingin meningkatkan kemampuannya ada program 'upskilling'," katanya.

               Selanjutnya, dikatakannya, untuk angkatan kerja yang sudah memiliki "skill" tetapi
               ingin mengubah keahliannya karena kepentingan perusahaan ada program
               "reskilling".

               "Biasanya ini untuk korban PHK (pemutusan hubungan kerja, red)," katanya.



                                                      Page 118 of 130.
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124