Page 51 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 04 JULI 2019
P. 51
Sebagai gambaran, Krakatau Steel disebut sebagai produsen baja terbesar di
Indonesia. Kapasitas perseroan telah mencapai 3,15 juta ton per tahun pada akhir
2018.
Beberapa produk unggulan yang dihasilkan perseroan antara lain baja lembaran
panas, baja lembaran dingin, dan baja batang kawat. Selain itu, lewat anak usaha,
perseroan juga memproduksi berbagai jenis produk seperti pipa baja spiral, baja
tulangan, serta baja profil.
Di samping memproduksi baja, KRAS juga menjalankan beberapa lini bisnis
pendukung yakni industrial estat dan perhotelan, rakayasa dan konstruksi, jasa
pengelolaan pelabuhan, serta jasa lainnya seperti penyedia kelistrikan, air industri,
teknologi informasi, serta layanan medis.
LEPAS ASET Silmy mengungkapkan terdapat beberapa strategi yang ditempuh
sebagai bagian dari restrukturisasi. Salah satunya dengan penjualan aset-aset non-
core atau non-inti perseroan.
Dia mengatakan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tertarik untuk bekerja sama
di aset pembangkit listrik perseroan. Selanjutnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
juga melirik bisnis distribusi gas di kawasan industri milik Krakatau Steel.
Lebih lanjut, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Perusahaan Gas Negara (PGN)
akan mengambil sebagian kepemilikan saham serta melakukan perluasan bisnis di
PT Krakatau Daya Listrik (KDL). Namun, saat ini menurutnya masih dilakukan kajian
dan pembicaraan dengan calon pembeli. "Pembahasan harus selesai tahun ini,"
ujarnya.
Dalam laporan tahunan 2018 perseroan, dijelaskan bahwa KDL memiliki kegiatan
usaha mendirikan dan mengoperasikan pembangkit listrik berikut jaringan listrik,
instalasi bahan bakar minyak dan gas di Cilegon dan/atau di tempat lain dan jasa
kelistrikan serta penyimpanan, penyaluran dan niaga bahan bakar minyak dan gas,
serta menjalankan perdagangan yang berhubungan dengan produk-produk
tersebut.
Silmy mengklaim strategi itu akan berdampak positif terhadap perseroan.
Diharapkan, KRAS dapat mengurangi beban usaha melalui efisiensi dan peningkatan
pendapatan.
Selain penjualan aset non-core, KRAS juga tengah melakukan spin off divisi usaha.
Nantinya, divisi itu akan menjadi anak usaha langsung atau langsung bergabung
dengan anak.
Adapun, proses spin off tahap pertama sudah berjalan mulai 1 Juli 2019. Strategi itu
dilakukan untuk unit water treatment, maintenance atau perawatan, manajemen
logistik, pengelolaan aset, serta automation.
Page 50 of 130.

