Page 19 - BAHAN AJAR HARVIKA SIMAMORA
P. 19
3. Ekstraksi asam-asam organik dan basa-basa organik
Banyak sekali obat-obat yang bersifat asam lemah ataupun bersifat basa
lemah. Senyawa-senyawa organic dengan gugus fungsi yang bersifat asam atau basa dapat
mengalami disosiasi atau protonasi dalam larutan air sesuai dengan pH larutan. Oleh karena
itu,proses ekstraksinya dapat dioptimasi dengan pengaturan pH. Hubungan antara pH dengan
rasio distribusi (D) suatu asam lemah dapat diturunkan sebagai berikut :
+
-
HA ↔ H + A …………………………………………….5
Konstanta disosiasi asam (Ka) didefinisikan sebagai :
Ka = [ +] [ −] ………………………………………………………6
[ ]
Hanya yang tidak mengalami ionisasi (Ha) yang dapat diekstraksi ke dalam
pelarut non polar atau pelarut agak polar seperti dietil eter. Koefisien partisi atau koefisien
distribusi (KD) dengan menggunakan eter diberikan oleh persamaan :
KD = [ ] …………………………………………….. 7
[ ]
Meskipun demikian,rasio distribusi (D) harus mempertimbangkan bentuk
terionisasi dan bentuk tidak terionisasi suatu asam dalam fase air sesuai persamaan berikut :
D = [ ] …………………………………..8
[ ] +[ −]
-
Penataan ulang persamaan ( 5) dan penggantian untuk [A ] dalam persamaan 7 akan
memberikan :
D = [ ] ……………………………………….9
[ ] (1+
[ +]
Dan pergantian KD untuk [HA]eter/[HA]aq dari persamaan 6 akan
memberikan :
D = …………………………………10
(1+ [ +])
Persamaan 1-10.menunjukkan bahwa pada pH rendah,asam(dalam bentuk
tidak terionisasi ) akan terekstraksi ke dalam pelarut non polar dengan efisiensi yang paling
besar karena D hamper sama dengan KD. Pada pH tinggi,asam akan terionisasi sempurna
KIMIA PEMISAHAN 19

