Page 43 - Hujan bulan Juni Pilihan sajak by Sapardi Djoko Damono
P. 43
BATU
/1/
Aku pun akhirnya berubah
menjadi batu. Kau pahatkan,
“Di sini istirah dengan tenteram
sebongkah batu,
yang pernah ebrlayar ke negeri-
negeri jauh, berlabuh di Bandar-bandar besar, dan dikenal
di delapan penjuru angina,
akhirnya ia pilih
kutukan, ia pilih
ketentraman itu.
Di sini.”
Tetapi kenapa kaupahat juga
dan tidak kaubiarkan saja
aku sendiri, sepenuhnya?
/2/
Jangan kau dorong aku
ke atas bukit itu
kalau hanya untuk berguling kembali
ke lembah ini.
Aku tak mau terlibat
dalam helaan nafas, keringat,
harapan, dan sia-siamu.
Jangan kau dorong aku
ke bukit itu; aku tak tahan
deigerakkan dari diamku ini.
Aku batu, dikutuk
untuk tenteram.
/3/
Di lembah ini aku tinggal
menghadap jurang, mencoba menafsirkan
rasa haus yang kekal:
ketenteraman itu,
sekarat itu
1991
Manuskrip puisi “Hujan Bulan Juni” Sapardi Djoko Damono 43