Page 44 - Hujan bulan Juni Pilihan sajak by Sapardi Djoko Damono
P. 44

MAUT


               maut dilahirkan waktu fajar
               ia hidup dari mata air,
               itu sebabnya ia tak pernah
               mengungkapkan seluk beluk karat
               yang telah mengajarinya bertarung
               melawan hidup; ia juga takkan mau
               menjawab teka-teki senjakala
               yang telah menahbiskannya
               menjadi penjaga gerbang itu

               maut mencintai fajar
               dan mata air, dengan tulus

                                                                                                     1991

               HUJAN, JALAK, DAN DAUN JAMBU

               Hujan turun semalaman. Paginya
               jalak berkicau dan daun jambu bersemi;
               mereka tidak mengenal gurindam
               dan peribahasa, tapi menghayati
               adapt kita yang purba,
               tahu kapan harus berbuat sesuatu
               agar kita, manusia, merasa bahagia. Mereka
               tidak pernah bisa menguraikan
               hakikat kata-kata mutiara, tapi tahu
               kapan harus berbuat sesuatu, agar kita
               merasa tidak sepenuhnya sia-sia.

                                                                                                     1992
               AJARAN HIDUP
               hidup telah mendidikmu dengan keras
               agar bersikap sopan –
               misalnya buru-buru melepaskan topi
               atau sejenak menundukkan kepala –
               jika ada jenazah lewat

               hidup juga telah mengajarmu merapikan
               rambutmu yang sudah memutih,
               membutlkan letak kacamatamu,
               dan menggumamkan beberapa larik doa
               jika ada jenazah lewat

               agar masing dianggap menghormati
               lambang kekalahannya sendiri
                                                                                                     1992




               Manuskrip puisi “Hujan Bulan Juni” Sapardi Djoko Damono                                 44
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49