Page 2 - buletin 1138
P. 2

BULETIN
            BULETIN            Parlementaria

            Komisi IV Soroti Pendangkalan
    KOMISI IV • DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA  Pelabuhan Perikanan Lampulo










                    engelolaan pelabuhan
                    perikanan menjadi unsur
                    penting dalam menjaga
            Pkualitas dari hasil tangkapan
            nelayan, termasuk di Pelabuhan
            Perikanan Samudera Lampulo, Provinsi
            Aceh. Namun pelabuhan itu kini
            menghadapi masalah pendangkalan
            kolam tambat labuh pelabuhan yang
            tidak maksimal, di mana saat ini hanya
            sekitar 1-4 meter. Sedangkan idealnya
            lebih dari 6 meter, guna mencegah
            terjadinya kandas kapal di atas 30 GT.
               “Permasalahan pendangkalan ini
            menjadi perhatian Komisi IV, di mana
            pada tahun 2019 Komisi IV pernah juga
            datang ke sini, namun hingga saat ini
            belum ada kepastian solusinya,” kata
            Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi
            Mulyadi usai memimpin Tim Kunjungan   Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi (tiga dari kiri) saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI
                                            meninjau Pelabuhan Perikanan Samudera Kuta Raja/ Lampulo, Aceh. Foto: Runi/nvl
            Kerja Reses Komisi IV DPR RI meninjau
            Pelabuhan Perikanan Samudera Kuta
            Raja/ Lampulo, Aceh, Senin (15/2).   bisa terkait karena penggundulan   “Bahkan saya dan Komisi IV sudah
            Turut hadir Dirjen Perikanan Tangkap   hutan atau masalah lainnya. Dengan   dua kali hadir ke lokasi ini, masih
            Kementerian Kelautan dan Perikanan,   demikian jika nantinya sudah   belum ada solusi. Untuk itu, kita
            Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan   menemukan persoalan tersebut, Dedi   sudah sepakat, Komisi IV dengan
            Provinsi Aceh dan mitra kerja terkait.  mendorong pihak-pihak terkait untuk   Dirjen Perikanan Tangkap pada
               “Saya hadir ke sini bersama tim   melakukan pengerukan.      tahun ini sudah bisa sepakat untuk
            ingin melihat faktor apa saja yang   “Dalam hal ini Komisi IV akan   (penanganan)dianggarkan pada
            menyebabkan adanya pendangkalan,   memberikan solusi atau jalan keluar   (anggaran) tambahan tahun ini,” yakin
            bisa dari hulu sungai, yakni turunnya   dari persoalan yang ada, di mana   politisi Fraksi Partai Gerindra di sela-
            sedimen pasir ataupun bebatuan   kita bicara dari hulu dulu sebelum   sela peninjauan.
            sehingga menyebabkan terjadinya   nantinya harus ada pengerukan. Ada   “Di mana kita sudah sepakat
            pendangkalan, kemudian faktor alam   beberapa usulan mengemuka terkait   dengan anggaran senilai Rp50 miliar,
            di mana terjadi pergeseran sedimen   ini, dimana ada sejumlah alat yang   diharapkan dengan kesepakatan
            di bawah air laut akibat arus. Dari   berteknologi yang bisa digunakan   ini Dinas Perikanan yang ada
            beberapa faktor tersebut diperlukan   untuk melakukan pengerukan,   di Aceh  bisa melakukan Detail
            kajian dari KLHK (Kementerian   sehingga meminimalisir pemborosan   Engineering Design (DED) yang baik,
            Lingkungan Hidup dan Kehutanan)   anggaran,” tandas legislator dapil   agar anggaran yang kita dorong
            dan KKP (Kementerian Kelautan   Jawa Barat VII itu.             dalam tahun ini yakni (melalui)
            dan Perikanan) untuk mengetahui    Dalam kesempatan yang sama,   anggaran APBN-P bisa bermanfaat
            sumbernya,” urai Dedi.          Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid   maksimal sesuai kebutuhan dalam
               Politisi Partai Golkar itu menengarai   menjelaskan sudah sejak lama terjadi   memecahkan persoalan-persoalan
            adanya faktor lain pendangkalan   pendangkalan di Pantai Lampulo,   yang ada,” harap legislator dapil
            kolam tambat labuh pelabuhan ini,   karena tidak dilakukan pengerukan.   Aceh II itu.   rni/sf


            2    Nomor 1138/IV/II/2021  •  Februari 2021                                                                                                                                              Nomor 1138/IV/II/2021  •  Februari 2021  3
   1   2   3   4   5   6   7