Page 52 - E-Modul Konsep Dasar IPS SD
P. 52

sampai  mencapai  kepuasan  kebutuhan,  manusia  baik  perorangan  maupun
                  kelompok,  melakukan  kegiatan  produksi,  menghasilkan  sesuatu  baik  yang

                  langsung  dari  sumber  daya  alam  maupun  melalui  pengolahan  lebih  dahulu.
                  Proses produksi tadi memenuhi konsumsi yang selalu meningkat kualitas dan

                  kuantitasnya.  Konsumsi  atau  pemakai  barang  basil  produksi  itu,  tidak  selalu

                  ada  di  satu  kawasan,  melainkan  lebih  banyak  tersebar  di  berbagai  kawasan.
                  Oleh  karena  itu,  untuk  mencapai  konsumen  harus  dilakukan  pendistribusian.

                  Produksi  yang  terus  dilangsungkan,  menimbulkan  penawaran  basil  produksi
                  tadi.  Sedangkan  konsumen  melakukan  permintaan  atas  hasil  produksi  tadi.

                  Untuk  sampai  kepada  konsumen  harus  dilakukan  distribusi.  Proses  distribusi

                  ini,  selain  menyampaikan  barang  kepada  konsumen,  juga  melakukan  proses
                  penyeimbangan  di  antara  yang  kelebihan  (surplus)  dengan  yang  kekurangan

                  (minus). Demikianlah proses dan kegiatan ekonomi berlangsung.
                         Kegairahan  kegiatan  ekonomi  untuk  para  pelakunya,  jika  terdapat

                  keuntungan  yang  diperoleh,  ada  nilai  tambah  dari  kegiatan  tadi.  Dalam

                  kehidupan ekonomi bangsa Indonesia yang ber-Pancasila, keuntungan itu tidak
                  semata-mata  keuntungan  material  atau  keuntungan  ekonomi,  melainkan  juga

                  wajib  memperhatikan  keuntungan  sosial.  Keuntungan  ini  berarti  keuntungan
                  yang dirasakan semua pihak, baik itu oleh produsen maupun oleh konsumen.

                  Dalam hal ini koperasi sebagai suatu badan usaha rakyat yang didukung oleh
                  para anggotanya, mengutamakan keuntungan sosial ini. Tentu saja tidak berarti

                  bahwa  keuntungan  material-ekonomi  tidak  diperhatikan.  Bagaimanapun

                  sebagai suatu badan usaha, hidup matinya badan usaha yang disebut koperasi
                  ini  juga  dari  keuntungan  ekonomi  ini,  namun  bukan  hal  yang  terutama.  Oleh

                  karena itu, badan usaha yang berasaskan kekeluargaan ini untuk kelangsungan
                  hidupnya,  wajib  dikelola  secara  profesional.  Pengurus  koperasi  yang  sifatnya

                  kekeluargaan ini, pengurusnya diangkat oleh para anggota pada rapat anggota.
                  Namun  berjalannya  suatu  badan  usaha  tidak  dapat  amatiran  dalam  anti  oleh

                  siapa  saja  yang  bersedia  bekerja  dengan  tidak  memperhatikan  kemampuan

                  menjalankan  usaha  tadi.  Badan  pengurus  bisa  saja  berasal  dari  anggota
                  meskipun tidak memiliki keahlian berusaha secara ekonomi, namun perangkat








                                                                                                     47
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57