Page 35 - E-Modul Panduan Praktis Analisis Data dengan SPSS
P. 35
Tabel 6. 4 Tabel Paired Samples Test
Paired Samples Test
Paired Differences
95% Confidence Interval
Std. Std. Error of the Difference Sig. (2-
Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed)
Pair Pretest -
1 Posttest - 11.45931 2.56238 -15.86312 -5.13688 - 19 .001
10.50000 4.098
Tabel Paired Samples Test merupakan tabel utama dari output yang menunjukkan hasil
uji t yang dilakukan. Hal ini dapat diketahui dari nilai signifikansi (2-tailed) pada tabel. Nilai
signifikansi (2-tailed) yang diperoleh adalah 0,001 < 0,05. Karena, nilai sig yang diperoleh <
0,05, maka diketahui bahwa hasil Pretest dan Posttest mengalami perubahan yang signifikan
(berarti). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada
kemampuan analisis data mahasiswa setelah dilakukan pelatihan analisis data.
Selanjutnya apabila uji normalitas tidak terpenuhi, maka tidak dapat dilakukan uji
hipotesis menggunakan uji t sampel berpasangan. Sehingga alternatif lainnya harus digunakan
analisis non-parametrik dengan 2 sampel yang berpasangan. Dalam kasus ini dapat
menggunakan uji Wilcoxon.
Analisis Uji Wilcoxon
Analisis uji Wilcoxon adalah jenis uji statistik non-parametrik yang digunakan untuk
mengidentifikasi perbedaan skor pada variabel dependen dalam sampel berpasangan. Sampel
berpasangan dalam uji ini merujuk pada pengukuran skor yang dilakukan pada sampel yang
sama, namun pada waktu atau kondisi yang berbeda. Pengambilan data pada waktu atau
kondisi yang berbeda hanya dilakukan dalam dua kali pengukuran.
Dalam konteks uji hipotesis pada statistik parametrik, uji Wilcoxon setara dengan uji t
berpasangan (paired samples t-test), yang keduanya digunakan untuk menguji perbedaan skor
dalam sampel yang sama. Namun, jika prasyarat normalitas tidak terpenuhi, maka analisis data
26