Page 94 - BUKU AJAR
P. 94

setidaknya ada enam agama yang diakui secara nasional, yaitu Kristen, Islam,
Khatolik Hindhu, Budha, dan Konghucu.
Kemajemukan tersebut diibaratkan dua mata pisau yang dapat memberikan
keuntungan dan juga dapat menyebabkan permusuhan. Tidak jarang konflik
terjadi karena perbedaan-perbedaan yang ada, terlebih perbedaan agama.
Sikap etnosentrisme tumbuh subur di negara ini, banyak diantara mereka yang
menganggap golongannya lebih baik dari golongan manapun. Dari situlah muncul
benih-benih kebencian terhadap golongan lain sehingga memicu terjadinya
konflik. Mereka mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi antarumat
beragama. Berbicara tentang toleransi tentunya tidak lepas dari open minded.
Bahwa perbedaan tidak lantas menjadikan kita kau dan mengkotak-kotakkan
manusia berdasarkan ras, suku, budaya dan agama. apalagi membenci dan
mengucilkan orang-orang yang tidak sepaham agamanya dengan kita. Perlu
dipahami kembali nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang tertuang dalam
Pancasila dan UUD 1945. Sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha
Esa” dan pasal 29 ayat 2 UUD 1945 “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat
menurut agama dan kepercayannya itu.” Menguatkan tentang perlunya toleransi
beragama yang harus dilaksanakan di Indonesia. Kita juga sudah dipersatukan
dengan Sumpah Pemuda pada 1928, yang mana nilai-nilai persatuan telah
diikrarkan waktu itu.

Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti kelas XI  89
   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99