Page 97 - BUKU AJAR
P. 97

perbedaan itu. Karena Tuhan senantiasa mengingatkan kita akan keragaman,
baik dilihat dari sisi agama, suku, warna kulit, adat-istiadat, dan sebagainya.

         Toleransi dalam beragama bukan berarti kita hari ini boleh bebas
menganut agama tertentu dan esok hari kita menganut agama yang lain atau
dengan bebasnya mengikuti ibadah dan ritualitas semua agama tanpa adanya
peraturan yang mengikat. Akan tetapi, toleransi beragama harus dipahami
sebagai bentuk pengakuan kita akan adanya agama-agama lain selain agama kita
dengan segala bentuk system, dan tata cara peribadatannya dan memberikan
kebebasan untuk menjalankan keyakinan agama masing-masing.

         Untuk mengembangkan sikap toleransi secara umum, dapat kita mulai
terlebih dahulu dengan bagaimana kemampuan kita mengelola dan mensikapi
perbedaan (pendapat) yang (mungkin) terjadi pada keluarga kita. Sikap
toleransi dimulai dengan cara membangun kebersamaan atau keharmonisan dan
menyadari adanya perbedaan. Dan menyadari pula bahwa kita semua adalah
bersaudara. Maka akan timbul rasa kasih sayang, saling pengertian, dan pada
akhirnya akan bermuara pada sikap toleran. Ada tiga macam sikap toleran
yaitru sebagai berikut :
1)Negatif. Isi ajaran dan penganutnya tidak dighargai. Isi ajaran dan
penganutnay hanya dibiarkan saja karena dalam keadaan terpaksa.
Contoh : PKI atau orang-orang yang beraliran komunis di indonessia pada zaman
Indonesia baru merdeka

Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti kelas XI  92
   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102