Page 29 - E-MODUL BIOTEKNOLOGI SMA_MA_XII
P. 29
BIOTEKNOLOGI SMA/MA KELAS XIII
berhasil dilahirkanmenjadi domba normal. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan
kloning domba masih sangat rendah.
Gambar 1.20 Teknik kloning pada domba Dolly
https://www.google.co.id/search?q=teknik+kloning+pada+domba+dolly&tbm=isch&ved=2ahUKEwiy2NH_vpX_AhVRmWMGHXJ7Cvo
Q2cCegQIABAA&oq=teknik+kloning+pada+domba+dolly&gs_lcp=CgNpbWcQAzIHCAAQGBCABDoECCMQJzoFCAAQgAQ6BwgA
EIoFEEM6CAgAEIAEELEDOgcIIxDqAhAnOgQIABAeOgYIABAIEB5Q3xFY9JgDYJjA2gJcAB4AIABsQGIAaAdkgEFMzEuMTCYA
QCgAQGqAQtnd3Mtd2l6LWltZ7ABCsABAQ&sclient=img&ei=hvZxZLL9ONGyjuMP8vap0A8&bih=657&biw=1366&hl=id#imgrc=Qi
salDOwcRYbGM
Rekayasa genetika
Rekayasa genetika adalah suatu teknik memanipulasi gen suatu organisme untuk
memperoleh produk baru. Rekayasa genetika dengan cara membuat DNA rekombinan. Secara
garis besar, teknologi DNA rekombinan (rekayasa genetika) melibatkan penyisipan informasi
genetik baru ke dalam organisme, biasanya bakteri, untuk memberikan kemampuan baru.
Pemilihan metode bergantung kepada gen mana yang akan dipindahkan dan jenis organisme
mana yang akan menerima informasi genetik baru (Noviendri, 2007). Bahan yang dibutuhkan
untuk melakukan teknik DNA rekombinan antara lain enzim restriksi, transposom, pustka
genom, enzim transkripsi, pelacak DNA atau RNA dan vector.
Pada rekayasa genetika, gen diseleksi sesuai dengan sifat yang dikehendaki kemudian
dikombinasikan dengan sumber yang berbeda, contohnya bakteri Bacillus thuringiensis memiliki
gen yang dapat memproduksi racun bagi serangga. Melalui rekayasa genetika, gen ini diambil
dan dicangkokkan pada DNA tanaman kapas sehingga tanaman ini memiliki kemampuan untuk
memproduksi zat racun bagi serangga.
19 | P a g e