Page 35 - PJBL Rahma Aulia
P. 35

Urutan kabel 568B adalah:

                            1.  Putih-orange
                            2.  Orange
                            3.  Putih-hijau
                            4.  Biru
                            5.  Putih-biru
                            6.  Hijau
                            7.  Putih-coklat
                            8.  Coklat
                          Sedangkan untuk urutan kabel 568A adalah:

                            1.  Putih-hijau
                            2.  Hijau
                            3.  Putih-orange
                            4.  Biru
                            5.  Putih-biru
                            6.  Orange
                            7.  Putih-coklat
                            8.  Coklat

                          Kenapa diatas dituliskan yang B terlebih dahulu?
                        Karena  umumnya  pemasangan  kabel  standartnya  adalah  yang  B  didahulukan.  Contoh  :
                     Pemasangan kabel UTP straight mengikuti urutan B-B (ujung kabel yang satu urutan B dan ujungnya
                     satu lagi juga B). Akan tetapi jika kita memasang A-A juga tetap bisa tidak ada masalah, maka dari
                     itu standarisasi ini berguna untuk instalasi telekomunikasi seragam. Sedangkan untuk pemasangan
                     Crossover mengikuti A-B. Bagaimana jika A-B? tetap urutan kabel akan kita sebut Crossover karena
                     Crossover menghubungkan device yang sama.

                     A.  Standar Pengkabelan Dengan Konektor RJ-45
                        1.  EIA//TIA-568A  &  EIA/TIA-568B  merupakan  standar  internasional  pengkabelan  dengan
                            jack RJ-45 dan kabel UTP/TP kategori 3, 5, dan 6 (twisted pair) yang digunnakan dalam
                            teknologi ethernet dan PABX. Dua standar (A & B) digunakan untuk crossover kabel. Ujung
                            satu dengan standar A, dan ujung lainnya dengan standar B.
                        2.  Urutan  dengan  standar  EIA/TIA-568A  (putih  hijau, hijau,  putih  orange,  biru, putih  biru,
                            orsnge, putih coklat, coklat) dan EIA/TIA568-B (putih orange, orange, putih hijau, hijau,
                            putih biru, biru, putih coklat, coklat) biasa digunakan untuk interaksi antara hardware namun
                            antar jaringan. Pengguna susunan yang lain diperbolehkan namun harus memahami kriteria
                            pada no. 3 dan seterusnya.
                        3.  Pin 1 & 2, dalam ethernet digunakan sebagai Tx. Untuk menghindari interferensi, maka harus
                            dijadikan 1 pair (biasanya putih orange – orange atau putih biru – hijau) untuk memenuhi
                            kebutuhan elektris dalam protocol high-speed-LAN.
                        4.  Pin 3 & 6 dalam ethernet digunakan sebagai Rx. Untuk menghindari interferensi mska harus
                            dijadikan 1 pair (biasannya putih orange – orang atau putih hijsu -hijau) untuk memenuhi
                            kebutuhan elektris dalam protocol high-speed-LAN.
                        5.  Pin 4 & 5 atau bisa disebut dengan (the central two pins) digunakan untuk membawa sinyal
                            telepon  (internet  bukan  hanya  ethernet)  atau  sinyal  suara  dalam  standar  telekomunikasi.





                                                                                                                   27
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40