Page 58 - AHASLA.indd
P. 58

pikiran.Semuanya adalah penghindaran dari 10 perbuatan
          buruk (dasa-akusalakamma).

          5. Pisuṇā-vācā
          “Ia berlidah bercabang. Mendengar dari sini, ia cerita di
          sana, untuk memecah-belah. Mendengar di sana, ia cerita
          di sini, untuk memecah-belah. Demikianlah sang pemecah-
          belah bagi mereka yang rukun,  atau bagi mereka yang
          belum terpecah; ia menyenangi perselisihan, ia gemar akan
          perselisihan, ia gembira dalam perselisihan, ia mengucapkan
          kata-kata yang menimbulkan perselisihan.”  67

          Empat unsur pokok dari lidah bercabang:

          1.  Pihak yang dipecah-belah (bhinditabbo paro)

          2.  Dengan tujuan memecah-belah, “Semoga dengan
             demikian mereka akan berubah akan terpisah” atau
             berniat disenangi, “Semoga dengan demikian saya
             disenangi saya dipercayai” (iti ime nānā bhavissanti
             vinā bhavissantīti bhedapurekkhāratā, iti ahaṃ piyo
             bhavissāmi vissāsikoti piyakamyatā vā)

          3.  Upaya berdasarkan itu (tajjo vāyāmo)
          4. Dia   memahami       maksudnya     (tassa   tadattha
             vijānanaṃ)
          Besar kecilnya kesalahan bergantung pada kebajikan dari
          pihak yang dipecah-belah.

          Kedamaian dapat dirasakan bila ditopang oleh ucapan


          67  A 5.283
          48                                               AṬṬHASĪLA
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63