Page 19 - BDI SPS - modul kajian tarhib ramadhan
P. 19

diturunkan Al-Qur'anul Karim. Dan pada malam itu pula dijelaskan segala urusan yang
                   penuh hikmah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Barangsiapa melakukan
                   shalat di malam Lailatul Qadar kavena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya ia
                   diampuni dosanya yang telah lalu. (Hadits Muttafaq 'Alaih)
               4.      Memberi ifthar (makanan untuk berbuka) kepada orang yang berpuasa. Rasulullah
                   shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Barangsiapa yang di dalamnya (bulan Ramadhan)
                   memberi ifthar kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi sebab) ampunan dari
                   dosa~osanya, dan pembebasan dirinya dari api Neraka. " (HR. Ibnu Khuzaimah (dan ia
                   menshahihkan hadits ini), Al-Baihaqi dan lainnya).
               5.      Beristighfar : Meminta ampunan serta berdo'a ketika dalam keadaan puasa, berbuka dan
                   ketika makan sahur. Do'a orang puasa adalah mustajab (dikabulkan), baik ketika dalam
                   keadaan puasa ataupun ketika berbuka Allah memerintahkan agar kita berdo'a dan Dia
                   menjamin mengabulkannya.
                   Allah berfirman : "Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya Aku
                   mengabulkannya untukmu." (Ghaafar: 60), Dan dalam sebuah hadits disebutkan : "Ada tiga
                   macam orang yang tidak ditolak do'anya. Di antaranya disebutkan,"orang yang berpuasa
                   hingga ia berbuka" (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasaa'i dan Ibnu Majah). (Ibnu Khuzaimah
                   dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih mereka masing-masing, dan At-Tirmidzi
                   mengatakannya hadits shahih hasan.) Karena itu, hendaknya setiap muslim memperbanyak,
                   dzikir, do'a dan istighfar di setiap waktu, terutama pada bulan Ramadhan, ketika sedang
                   berpuasa, berbuka dan ketika sahur, di saat turunnya Tuhan di akhir malam. Nabi
                   shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Tuhan kami Yang Mahasuci dan Maha tinggi turun
                   pada setiap malam ke langit dunia, (yaitu) ketika masih berlangsung sepertiga malam yang
                   akhir seraya berfirman "Barangsiapa berdo'a kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuknya,
                   barangsiapa memohon kepada-Ku, niscaya Aku memberinya dan barangsiapa memohon
                   ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya." (HR.Muslim).
               6.      Di antara sebab-sebab ampunan yaitu istighfar (permohonan ampun) para malaikat untuk
                   orang-orang berpuasa, sampai mereka berbuka. Demikian seperti disebutkan dalam hadits
                   Abu Hurairah di muka, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.


                   Jika sebab-sebab ampunan di bulan Ramadhan demikian banyak, maka orang yang tidak
                   mendapatkan ampunan di dalamnya adalah orang yang memiliki seburuk-buruk nasib.
                   Kapan lagi ia mendapatkan ampunan jika ia tidak diampuni pada bulan ini? Kapan
                   dikabulkannya (permohonan) orang yang ditolak pada saat Lailatul Qadar? Kapan baiknya
                   orang yang tidak menjadi baik pada bulan Ramadhan ? Dahulu, ketika datang bulan
                   Ramadhan, umat Islam senantiasa berdo'a :
                   "Ya Allah, bulan Ramadhan telah menaungi kami dan telah hadir maka serahkanlah ia
                   kepada kami dan serahkanlah kami kepadanya Karuniailah kami kemampuan untuk
                   berpuasa dan shalat di dalamnya, karuniailah kami di dalamnya kesungguhan, semangat,
                   kekuatan dan sikap rajin. Lain lindungilah kami didalamnya dari berbagal fitnah ' Mereka
                   berdo'.kepada Allah selama enam bulan agar bisa mendapatkan Ramadhan, dan Selama
                   enam bulan (berikutnya) mereka berdo'a agar puasanya diterima. Di antara, do'a mereka itu
                   adalah :
                   "Ya Allah serahkanlah aku kepada Ramadhan, dan serahkan Ramadhan kepadaku, dan
                   Engkau menerimanya daripadaku dengan rela." (Lihat Lathaa'iful Ma'aarif, oleh Ibnu Rajab,
                   him. 196-203.)
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24