Page 21 - Flipbook Menjelajahi Sel
P. 21

15













                                                       Gambar  14 Peroksisom



                         Sitoskeleton
                            Sitoskeleton atau kerangka seluler adalah jaringan bundel protein yang membentuk

                        sitoplasma sel. Untuk waktu yang lama, sitoskeleton dianggap hanya ada pada eukariota,
                        tetapi  sitoskeleton  juga  terdapat  pada  sel  prokariotik.  Kehadiran  sitoskeleton
                        memungkinkan sel memiliki bentuk yang stabil, berubah bentuk, mengatur posisi organel,

                        dan berenang atau merangkak di permukaan. Fungsi sitoskeleton antara lain:

                        1.  Fungsi sitoskeleton memberikan dukungan mekanis pada sel dan mempertahankan
                            bentuknya.
                        2.  Sitoskeleton berperan dalam motilitas sel (pergerakan sel).
                        3.  Sitoskeleton berfungsi dalam aktivitas biokimia di dalam sel.












                                                      Gambar  15 Sitokeleton

                        Terdapat tiga jenis sitoskeleton yaitu.

                        1.  Mikrotubula,  mikrotubulua  dan  mikrofilamen  sitoskeleton  berfungsi

                            berinteraksi dengan protein yang disebut molekul motorik. Mikrotubulus lebih
                            stabil daripada aktin dan mengatur posisi organel di dalam sel.

                        2.  Mikrofilamen,    mikrofilamen    merupakan     bagian   dari   sitoskeleton,

                            mikrofilamen  merupakan  rantai  ganda  sangat  tipis  dari  protein  yang  saling
                            terhubung  satu  sama  lain,  filamen  aktin  (mikrofilamen)  mempunyai  sifat

                            fleksibel, filamen aktin umumnya merupakan suatu protein yang berbentuk gel
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26