Page 47 - BUKU ILMU FALAK
P. 47
o Sunnah muakkad adalah Shalat sunah yang
dianjurkan dengan penekanan yang kuat (hampir
mendekati wajib), seperti Shalat dua hari raya, Shalat
sunah witir dan Shalat sunah thawaf.
o Sunnah ghairu muakkad adalah Shalat sunah yang
dianjurkan tanpa penekanan yang kuat, seperti Shalat
sunah Rawatib dan Shalat sunah yang sifatnya
insidentil (tergantung waktu dan keadaan, seperti
Shalat kusuf/khusuf hanya dikerjakan ketika terjadi
gerhana).
4. Hisab Awal Waktu Shalat
Awal waktu salat ditentukan oleh posisi matahari ,dalam hal
ini adalah sudut waktu matahari pada saat awal waktu shalat.
Sudut waktu matahari (t m) adalah busur sepanjang lingkaran
perjalanan harian (semu) Matahari, dihitung sejak kulminasi
atasnya sampai tempat kedudukan matahari pada suatu saat.
Pada saat matahari berkulminasi atas (tengah hari), sudut
waktunya = 0°. Ketika matahari turun (bergeser ke Barat pada
sore hari) sudut waktu ini makin besar sampai saat kulminasi
bawah = 180° (tengah malam) Selanjutnya ketika matahari
berbalik ke atas, sudut waktunya menjadi negatif sampai titik
kulminasi atas lagi.
Selain sudut waktu, dalam perhitungan awal waktu shalat
juga perlu diketahui tinggi matahari pada saat awal waktu
shalat. Mengenai tinggi matahari telah ditentukan sebagai
berikut:
- waktu subuh = -20°
- waktu duha = 12°
- waktu zuhur tidak diperlukan karena = 0 o
- waktu asar: = Cotan h m = 1 + tan |φ-δ|
- waktu syuruq = - 1°
- waktu magrib = - 1°
- waktu isyak = -18°
Ilmu Falak | 47