Page 59 - BUKU ILMU FALAK
P. 59
Sistem penanggalan Islam (1 Muharram 1 Hijriyah)
dihitung sejak peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW
beserta para pengikutnya dari Mekkah ke Madinah, atas
perintah Tuhan. Oleh karena itulah kalender Islam disebut
juga sebagai kalender Hijriah. Di barat kalender Islam biasa
dituliskan dengan A.H, dari latinnya Anno Hegirae. Peristiwa
hijrah ini bertepatan dengan 15 Juli 622 Masehi. Jadi
penanggalan Islam atau Hijriah (1 Muharram 1 Hijriah)
dihitung sejak terbenamnya Matahari pada hari Kamis, 15
Juli 622 M.
Walaupun demikian, penanggalan dengan tahun
hijriah ini tidak langsung diberlakukan tepat pada saat
peristiwa hijrahnya nabi saat itu. Kalender Islam baru
diperkenalkan 17 tahun (dalam perhitungan tahun masehi)
setelah peristiwa hijrah tersebut oleh sahabat terdekat Nabi
Muhammad sekaligus khalifah kedua, Umar bin Khatab.
Beliau melakukannya sebagai upaya merasionalkan
berbagai sistem penanggalan yang digunakan pada masa
pemerintahannya. Kadang sistem penanggalan yang satu
tidak sesuai dengan sistem penanggalan yang lain sehingga
sering menimbulkan persoalan dalam kehidupan umat.
Kalender dengan 12 bulan sebetulnya telah lama
digunakan oleh Bangsa Arab jauh sebelum diresmikan oleh
khalifah Umar, tetapi memang belum ada pembakuan
perhitungan tahun pada masa-masa tersebut. Peristiwa-
peristiwa penting biasanya hanya dicatat dalam tanggal dan
bulan. Kalaupun tahunnya disebut, biasanya sebutan tahun
itu dikaitkan dengan peristiwa penting yang terjadi pada
masa itu. Misalnya tahun gajah, dan lain sebagainya.
Setelah banyak persoalan muncul akibat tidak adanya
sistem penanggalan yang baku, dan atas prakarsa Khalifah
Umar, diadakanlah musyawarah dengan tokoh-tokoh
sahabat lainnya mengenai persoalan penanggalan ini. Dari
sini disepakati bahwa tahun hijrahnya Nabi Muhammad
SAW beserta para pengikutnya dari Mekkah ke Madinah
adalah tahun pertama dalam kalender Islam. Sedangkan
Ilmu Falak | 59